21 Februari 2012

10 Musisi Hebat ini Terganggu Pendengarannya

Sejatinya musik terkait erat dengan pendengaran dan rasa. Elemen seni yang satu ini memang tercipta untuk didengarkan. 

Begitupun peran penggubah lagu, aneh tentunya bila seorang komposer bisa membuat karya yang indah bila terganggu pendengarannya. Namun, tahukah kamu 10 musisi populer di bawah ini mengalami gangguan tersebut? Jangan kaget, ya...

1. Ludwig van Beethoven                  
Beethoven (kelahiran 17 Desember 1770) akhirnya harus menerima keadaan "menikmati dunia nan sunyi" di umur 44 tahun (1814). Ya, pendengarannya terganggu dan terus mengalami kemunduran hingga tuli 100 persen.  Nyatanya, dalam keterbatasan tersebut, Beethoven terus melahirkan karya-karya fenomenal seperti maha karya "9th Symphony" yang menjadi acuan wajib musisi klasik.

2. Pete Townshend
Tahu grup legendaris The Who? Nah, Pete lah sang maestro di belakang karya-karya gemilang grup ini. Ironis, dibalik kesuksesan The Who, Pete menuai derita saat pendengarannya tergangu. Ditengarai, kebiasaan mendengar musik dengan kapasitas desibel yang keras membuat daya pendengarannya berkurang.

3. Eric Clapton
 
Gitaris blues dengan julukan "slow hand" ini sudah sangat mendunia. Berbagai hits semacam "Layla" atau "Tears in Heaven" menempatkannya di jajaran gitaris blues papan atas.

Sebagai seorang rockstar, terbiasa akrab dengan obat-obatan dan alkohol memperparah penyakit tinnitus yang dideritanya. Walhasil, akibatnya sekarang ia pun terganggu pendengarannya.

Tepat rasanya menyebut si Mr. Clapton dengan julukan ini: Live hard, rocked hard, and now he's hard of hearing....

4. Jeff Beck
 
Inilah dia gitaris progresive rock paling piawai sejagad, sehingga Rolling Stone mendapuknya di peringkat 19 gitaris terhebat sepanjang masa.  Seperti Pete Townshed, terlalu akrab dengan suara bising dari perangkat sound juga memperburuk penyakit tinnitus yang dideritanya.

5. Brian Wilson
Siapa musisi di era modern yang mengalami gangguan pendengaran sejak awal? Tepat, Brian Wilson. Ia mengalami ketulian di telinga kanannya sejak lama. Meskipun dalam kondisi ini, bersama grupnya, The Beach Boys, Wilson berhasil menelurkan album fenomenal "Pet Sounds" yang sangat terkenal.

6. Will.I.Am
 
Dunia harus mengakui pengaruh seorang will.i.am telah merevolusi musik industri. Bersama Black Eyed Peas, namanya terus melambung. Belum lagi perannya sebagai produser yang semakin mengkilapkan nama Michacel Jackson, Rihanna, hingga Britney Spears.

Siapa sangka, ia mengakui pendengarannya terganggu. Bila keadaan sunyi, selalu mendengar suara berdering yang menyakitkan. Uniknya, gangguan tersebut justru menginspirasinya menciptakan karya-karya baru.


7. George Martin
Bagi Beatlemania, namanya sudah tak asing lagi. George Martin adalah produser grup legendaris The Beatles. Begitu kental pengaruhnya, ia sempat disebut-sebut sebagai "anggota ke-5" The Beatles.

Pada akhirnya, George Martin harus pensiun dari dunia musik yang telah membesarkan namanya karena pendengarannya semakin terganggu.

8. Phil Collins
 
"Another Day in Paradise", "Easy Lover", "Groovy Kind of Love", "You'll Be in My Heart", dan banyak lagi karyanya yang menembus puncak tangga lagu dunia. Bersama Genesis maupun penyanyi solo, ia diakui sebagai maestro.

Sayangnya, Phill akhirnya harus pensiun dan tak akan pernah lagi melakukan tour karena kondisi pendengarannya semakin parah belakangan ini.

9. Ozzy Osbourne
Menyebut mbah metal, ya harus mengakui nama Ozzy Osbourne. Sejak bersama Black Sabbath hingga solo karier, Ozzy selalu menarik perhatian penggila rock. Namanya bahkan diabadikan pada gelaran Ozzfest.

Bagaimanapun, sang "The Wizard of Ozz"  ini akhinya juga menderita gangguan dengar. Bila ingin tahu lebih banyak, cari tahu di film seri "The Osbournes".


10. Neil Young
Yang terakhir ada nama Neil Young dalam daftar ini. Sebagai musisi dan penulis lagu nan produktif (ia mencipta lebih dari 30 album) membuatnya terpilih masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame.

Seperti musisi-musisi di daftar sebelumnya, Neil Young menderita tinnitus, yang akhirnya mengganggu pendengarannya.

10 Februari 2011

10 Wanita Vokalis Band Terbaik

1. Tarja Turunen - Ex Nightwsih
Luar biasa... hanya ini yang patut diucapkan kepada wanita asal finlandia ini, kualitas vokal yang jernih dan juga tinggi melengking dan didukung dengan vokal soprannya sangat indah untuk didengarkan, walaupun tarja ini bergabung dalam band metal sekelas nightwish.. Jika ingin melihat seberapa hebar kualitas vokal wanita ini, coba saja anda dengarkan lagu the phantom of the opera dari nightwish dimana di akhir lagu ada solo vokal tarja yang TOP BGT.. LUAR BIASA... Sopran vocal dalam balutan musik metal.

2. Simone Simons - Epica
Masih dari kancah musik metal, wanita berdarah jerman ini juga patut diperhitungkan dalam kualitas vokalnya.. luar biasa.. dia juga memiliki suara yang jernih, lembut, dan juga kecantikan fisik yang mendukungnya.. Epica adalah sebuah band metal asal belanda yang beraliran metal.. kualitas vokal sopran simone simons juga bisa didengarkan saat epica memainkan lagu memory. dan juga pada lagu the phantom agony..



3. Sharon den Adel - Within Tempation
Cantik dan Bersuara Lembut.. Sharon den Adel mungkin yang paling cantik dari seluruh vokalis band metal yang ada di dunia ini.. Beberapa orang pernah menyebutkan bahwa Saingan terdekat tarja turunen dari nightwish adalah wanita ini, namun sejak hengkangnya tarja turunen dari nightwish maka banyak orang yang mengatakan bahwa Sharon den adel pantas dijadikan yang terbaik. dengarkan vokal sharon pada lagu Jane Doe dari Within tempation.



4. Janet Gardner - Ex Vixen
Janet Gardner adalah vokalis dari grup rock wanita vixen, janet ini pada saat masih berada di vixen benar benar memiliki penampilan khas rocker wanita.. dengan gaya rambutnya, corak vokalnya yang benar benar ngerock dan mempunyai power kuat. dan yang terutama adalah pada saat live performance janet bahkan bisa menyanyi lebih baik daripada versi rekamannya.. Salut buat Janet Gardner





5. Ann Wilson - Heart
Ingat dengan penyanyi tembang All i wanna do is make love to you (Yang kumau hanya bercinta denganmu) dari grup musik heart. walaupun sekarang dia telah bertubuh gendut mungkin akibat usia yang sudah tidak muda lagi, namun kualitas vokalnya tetap terjaga dan mampu mencapai nada nada tinggi yang melengking.. bisa disimak pada saat konser mereka di tahun 2002 di seattle dimana mereka membawakan lagu Alone, dan juga saat ia menyanyikan lagu lawas unchained melody.. wah luar biasa vokalnya..



6. Amy Lee - Evanescence
Pasti kenal kan dengan wanita yang menjadi vokalis evanescence ini?? suaranya yang khas ini mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk memasukan amy lee ke dalam list top 10 vokalis band wanita terbaik...









7. Andrea Corr - The Corrs
Mungkin ini juga layak ya dipilih.. secara andrea corr ini sempat terpilih sebagai wajah tercantik di tahun 1999 dan 2002 versi kritikus musik dan film. andrea yang merupakan bungsu dari the corrs ini memang yang paling cantik dan juga memiliki kelebihan dalam memainkan alat tiup dan juga alat musik khas irlandia. dan juga 1 lagi kelebihannya.. aksi panggung yang tanpa alas kaki hahahaha





8. Candice Night - Blackmore's Night
 Suka dengan musik folk?? atau musik musik yang beraliran seperti pada abad pertengahan? pernah dengar band blackmore's night yang merupakan bentukan dari mantan gitaris deep purple ritchie blackmore dengan candice night yang sekarang ini menjadi istrinya.. candice ini juga layak disejajarkan dalam vokalis terbaik disini karena kehebatannya dalam menulis lirik lirik lagu blackmore's night.. dan juga busana panggungnya yang khas.. menggambarkan wanita inggris di abad pertengahan.


 9. Anette Olzon - Nightwish
Dia ini adalah vokalis asal swedia yang menggantikan posisi tarja turunen pada band nightwish, awalnya anette ini berambut pirang namun setelah ia masuk ke nightwish ia menghitamkan rambutnya, Anette mempunyai ciri khas suara yang ngerock tetapi sangat berbeda kualitas dengan tarja turunen














10. Susana Hoff - The Bangles
The Bangles adalah salah satu dari sekian banyak band wanita yang berhasil eksis dan bertahan lama di industri musik, Susana Hoff merupakan salah satu vokalis dari Band ini yang dikenal dengan ciri khas suaranya yang lembut dan basah.. selain itu susana hoff juga menarik untuk dilihat secara fisik..













sumber: unikaja.com

9 Februari 2011

Loudness - Metal Mad

















Trakclist :
01-Fire Of Spirit
02-Metal Mad
03-High Flyer
04-Spellbound #9
05-Crimson Paradox
06-Black And White
07-Whatsoever
08-Call Of The Reaper
09-Can't Find My Way
10-Gravity
11-Transformation

Link Download : Here

Loudness - The Best Of



















Track List : 
01-loudness - s.d.i (japanese version)
02-loudness - this lonely heart (japanese version)
03-loudness - rock n roll gypsy (japanese version)
04-loudness - ashes in the sky (shadow of war u.s mix)
05-loudness - let it go (us mix)
06-loudness - 1000 eyes (u.s mix)
07-loudness - the night beast
08-loudness - long distance love
09-loudness - angel dust
10-loudness - eruption
11-loudness - bad news
12-loudness - crazy doctor (live)
13-loudness - fantasy
14-loudness - in the mirror (live)
15-loudness - crazy night (live)
16-loudness - speed (live)

Link Download : Here

8 Februari 2011

7 Musisi Legendaris ini Belum Pernah Meraih Grammy Awards

Saya sempat tak percaya ketika membaca postingan di Detik.com, pasalnya nama-nama sekaliber Jimy Hendrix, Bob Marley, Led Zeppelin yang berpengaruh besar dalam dunia musik dan telah banyak menginspirasikan banyak musisi di dunia saat ini masa belum pernah mendapat penghargaan dari Grammy Awards? Mari kita simak siapa saja musisi yang belum pernah mendapat penghargaan dari Grammy Awards.

1. Jimi Hendrix

Gitaris mana yang tidak mengenalgitaris yang satu ini, dengan permainan bluesnya, Hendrix diakui sebagai sebagai gitaris hebat dan banyak mempengaruhi gitaris saat ini. Jimi Hendrix wafat pada 18 september 1970 setelah 7 tahun melalang buana di dunia musik.








2. Bob Marley 

Nesta Robert Marley, pria asal Jamaica ini akrab dengan panggilan Bob Marley. Bob dikenal seluruh dunia dengan misinya menyebarkan musik Jamaica dan pergerakan Rastafari. Sejak tahun 1962 Bob bersama The Wailers-nya telah menginjakkan kakinya didunia musik dan banyak menghasilkan karya-karya seperti "No Woman No Cry", "Buffalo Soldier", "One Love", dsb. Sampai saat ini nama Bob masih terus dikenang dan banyak menginspirasikan musisi reggae tanah air seperti Steven Coconut & Treez, Tony Q Rastafara, dll.



3. The Doors

Tak bisa dipungkiri kalau The Doors meraih popularitas justru setelah sang vokalis Jim Morrison meninggal dunia. Namun sepanjang karier mereka, single 'Light my Fire' dan 'Hello, I Love You' menjadi nomor satu di masa kejayaan mreka. Namun ternyata lirik puitis terkenal Jim belum sanggup membuat piala Grammy jatuh pada The Doors.



4. Queen

Queen bisa diartikan sebagai banyak hal. Sedikit rock, sedikit pertunjukan paduan suara, funk dan opera. Tapi walaupun mereka menginspirasi banyak musisi seperti Flaming Lips, Red Hot Chili Peppers dan George Michael, Queen ternyata belum bisa mengantongi Grammy seperti para juniornya itu. Sepertinya hits mereka 'We Are the Champions' sedikit berlebihan?


 5. Led Zeppelin

Band rock kenamaan dunia ini pernah sekali masuk nominasi sebagai Best New Artist Grammy Awards pada 1970. Namun mereka berhasil dikalahkan oleh Crosby, Stills & Nash kala itu. Mereka diakui sebagai band rock n roll terbesar sepanjang waktu. Grammy Lifetime Achievement Award didapatkan Led Zeppelin pada 2004.




6.  Janis Joplin 

Janis Joplin hanya sempat berkarier di dunia musik selama 8 tahun. Janis berkarier bersama Big Brother and the Holding Company dan Kozmic Blues Band. Ia juga punya album solo. Janis belum pernah bersaing dengan musisi lain untuk Piala Grammy Award. Namun ia akhirnya menerima Grammy Lifetime Achievement Award pada 2005.



7. Diana Ross 

Perempuan bernama asli Diana Ernestine Earle itu memulai kariernya sejak 1959. Berbagai penghargaan disabetnya seperti Golden Globe, American Music Award juga Tony Award. Perempuan yang kini berusia 66 tahun itu memiliki dua bintang Hollywood Walk of Fame. Satu sebagai solo artis, lainnya sebagai anggota The Supremes. Diana telah berhasil menjual 150 juta kopi album selama kariernya. Diana sudah 11 kali mendapat nominasi di Grammy Awards tapi belum sekalipun berjaya.


Sumber: Detik.com

5 Musisi dan Band Termahal di Indonesia

Membanjirnya grup band baru di industri musik Indonesia ternyata tidak membuat band-band ini harus membanting harga agar bisa mendapatkan job manggung. Kualitas band, lagu-lagu yang sudah tidak asing di telinga masyarakat serta popularitas band dan personelnya membuat 10 band Indonesia ini mendapat predikat termahal di jagad musik Indonesia. Setiap manggung, konser mereka tidak pernah sepi penonton dan tak heran jika harga penampilan mereka per show sangatlah tinggi. Inilah dia 10 band termahal Indonesia:

1. Slank - 500 juta/show

Slank menduduki peringkat pertama dengan 500 juta/show . Walaupun dibatalkannya sejumlah show mereka oleh petugas kepolisian setempat karena tidak ingin konser berakhir rusuh, ternyata tidak membuat harga penampilan panggung anak-anak potlot ini menurun. Buktinya Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho dan Abdee tetap stabil berdiri sebagai grup band dengan harga termahal. Tidak tanggung-tanggung, Slank mematok harga 500 juta rupiah per penampilan mereka. Harga yang memang sebanding dengan potensi bakal ramainya Slankers yang akan datang ke konser tersebut.



2. Dewa 19 - 500 juta/show

Walaupun digosipkan akan ditinggal sejumlah personelnya yang kini tengah sibuk dengan urusan band dan proyek mereka masing masing, harga Dewa 19 tidak juga menurun. Grup band asal Surabaya pimpinan Ahmad Dhani ini tetap menjadi band termahal dengan harga Rp.500 Juta per penampilan. Imbalannya? Siap-siap saja kedatangan ribuan bala dewa ke acara kamu.





3. Peterpan - 400 juta/show

Meski sang vokalis tengah bermasalah dengan hukum tak menurunkan popularitas band asal Bandung ini. Selama Ariel di penjara saja, banyak sekali panggilan manggung oleh event-event organizer atau penyelenggara acara di tiap kota. Sayangnya, beberapa konser tersebut harus dibatalkan karena Ariel yang tidak kunjung mendapat penangguhan penahanan.





4. Ungu - 350 juta/show

Ungu bisa dikatakan sebagai band yang paling laris diundang penyelenggara acara. Jadwal panggung mereka sangat padat dan tur ke kota-kota di Indonesia bisa dibilang tanpa jeda. Padahal harga setiap show mereka tidaklah murah, tapi membanjirnya UnguClickers, setiap Ungu manggung rasanya membuat harga Rp.350 juta tidak ada apa-apanya.





5. Iwan Fals - 300 juta/show

Bendera apa yang selalu ada dan berkibar di setiap acara musim selain bendera Slank? Jawabannya adalah bendera Orang Indonesia atau fans club resmi Iwan Fals. Di tengah membanjirnya grup band, penyanyi balada ini tetap menjadi idola para OI. Tak heran, harga Iwan Fals per panggungnya tidak murah, Rp.300 juta per satu kali panggung.






Sumber: Kaskus.us

7 Februari 2011

Metallica Bakal Rilis Album Baru

Death Magnetic merupakan album Metallica yang dirilis pada tahun 2008, namun setelah album tersebut sampai saat ini band yang dimotori oleh James Helfield (vokal/gitar)), Kirk Hammet (gitar), Robert Trujillo (bass), dan Lars Ulrich (drum) ini belum merilis album apapun karena disibukkan dengan rangkaian tur mereka. Lars mengungkapkan bahwa ide untuk membuat album lagi muncul seusai rangkaian tur The Big Four bersama Anthrax, Megadeth, Slayer. Setelah melihat animo penonton yang sangat antusias, kini Lars menjadwalkan untuk menyiapkan album tersebut dibulan Maret atau April 2011.

Gary Moore Wafat

Siapa tak kenal dengan lagu "Still Got The Blues"?. Kini lagu tersebut hanya tinggal menjadi kenangan, pasalnya gitaris Eks-Thin Lizzy, Garry Moore dikabarkan wafat dalam tidurnya dengan damai di sebuah hotel di Spanyol pada usia 58 tahun. Kabar meninggalnya Garry Moore juga diberitakan oleh Thin Lizzy di official Facebook mereka.

"It is with great sadness we hear of the passing of Gary Moore. Our thoughts go out to Gary's family at this time and our memories of Gary and his contribution to Thin Lizzy and music in general will live on forever.
Brian Downey: 'I am in total shock. I have known Gary since 1967 when he was in Platform Three and he's been an amazing friend ever since. It was a pleasure to play with Gary again in 2006 after his days with Lizzy. He will always be in my thoughts and prayers and i just can't believe he is gone'  
Scott Gorham: 'Playing with Gary during the Black Rose era was a great experience, he was a great player and a great guy. I will miss him." tulis mereka disebuah catatan digrup tersebut

Gitaris Scott Gorham juga menungungkapkan kesedihannya dengan menuliskan "“Tampil bersama Gary di era Black Rose merupakan pengalaman yang sangat hebat, ia adalah gitaris hebat dan orang baik. Saya akan merindukannya.”
(bbgsbr)

Slash Kembali Ke GNR Dengan Syarat

Setelah keluar dari band yang terlah membesarkan namanya tersebut, kini Slash mengajukan syarat untuk kembali ke Guns N Roses (GNR). Slash baru saja menyatakan bahwa dirinya bersedia kembali bersama GNR asalkan jika Axl datang dan meminta maaf lebih dahulu kepadanya.

"Ini akan menjadi sebuah panggilan yang sangat mengejutkan bagiku. Kalau hal ini sampai terjadi, maka aku harus membersihkan laciku yang penuh kotoran. Tapi kukira tak akan terjadi. Tapi, kalau terjadi, maka aku akan melakukan apapun untuk paling tidak berdiskusi tentang hal itu," ujar Slash.

15 Desember 2010

System Of A Down Kembali Ke Permukaan

Setelah 5 tahun menghilang dari peredaran dan sempat dikabarkan bubar,  tahun 2011 mendatang band asal Los Angeles, System of a Down akan mulai menampakkan dirinya ke permukaan. Hal tersebut terbukti ketika mereka memposting di fan page facebook serta official website mereka.
“Hello All,

We are excited to announce that System will be playing some dates together in 2011. We also want to thank you for your loyalty and support, not only to System Of A Down, but to all of our solo efforts as well. We have no master plan of sorts - we are playing these shows simply because we want to play together again as a band and for you, our amazing fans. We look forward to seeing all of you! For a list of tour dates, and on-sale information, go to the NEWS section at systemofadown.com
System Of A Down”


Band yang diawaki Serj Tankian (vokal/kibor), Daron Malakian (gitar/vokal), Shavo Odajian (bas) dan John Dolmayan (drum) ini juga menjadwalkan tur mereka di tahun mendatang.

Berikut jadwal tur System of a Down pada 2011 mendatang:
6/2/11 - Italy, Milan, Milan Fiera Arena (on-sale Dec 1 @ 10am)
6/4/11 - Germany, Nurnberg, Rock im Park (AVAILABLE NOW)
6/5/11 - Germany, Nurburgring, Rock am Ring (AVAILABLE NOW)
6/6/11 - France, Paris, Omnisports de Bercy (on-sale Dec 14 @ 10am)
6/9/11 - Switzerland, Interlaken, Greenfield Festival (on-sale Dec 1 @ 10am)
6/11/11 - UK, Castle Donington, Download Festival (on-sale Dec 3 @ 9am)
6/13/11 - Austria, Nickelsdorf, Novarock (AVAILABLE NOW)
6/15/11 - Germany, Berlin, Wuhlheide (on-sale Dec 1 @ 9am)
6/17/11 - Sweden, Gothenburg, Metaltown Festival (on-sale Dec 2 @ 9am)
6/19/11 - Finland, Seinajoki, Provinssirock (on-sale Dec 1 @ 9am)

Dream Theater Temukan Pengganti Portnoy

Setelah Mike Portnoy dipastikan mengundurkan diri dari band yang telah membesarkan namanya, kini Dream Theater dikabarkan telah menemukan pengganti posisi sang penggebuk drum. Kabar tersebut diungkapkan langsung oleh John Petrucci lewat sebuah pesan seperti yang dikutip dari antimusic.com

“Hai kalian semua. Saya ingin memberitahukan kepada kalian mengenai suatu hal yang terjadi belakangan. Pasti kalian semua mempertanyakan mengenai drummer baru Dream Theater. Banyak fans kami yang sangat menunggu kabar ini. Audisi telah berjalan dengan sempurna dan kami telah mendapatkan seseorang. Kami kini sedang mengadakan sebuah sesi pendekatan untuk membicarakan kelanjutan dari ini semua. Kami sangat senang atas pilihan ini dan sangat tidak sabar untuk menunjukannya kepada dunia,” ujarnya.

Band yang berasal New York, Amerika Serikat ini juga dikabarkan akan merilis album baru pada Januari 2011. Siapakah kira-kira yang akan menggantikan posisi Portnoy? Kita lihat saja nanti.

7 Desember 2010

Farewell To Our Home Robohkan The Pub Cafe!

Dahsyat!!! Mungkin itu kalimat yang patut diucapkan untuk mengambarkan acara Mosh pit yang bertajuk “Farewell To Our Home”. Acara kali ini merupakan pesta terakhir Mosh pit di The Pub Cafe, Kemang. Menurut Pima, salah satu dedengkotnya Mosh pit, acara Farewell ini sebagai apresiasi terhadap venue yang membesarkan kembali scene underground Jakarta karena tempat ini akan segera dibongkar dan dijadikan gedung perkantoran. Jadi, nama the Pub/Prost akan menjadi bagian dari sejarah scene underground Jakarta.
Kali ini Mosh pit tidak ragu memanjakan telinga para metalheads dengan band-band yang telah terbukti kesadisannya. Sebut saja Flag of Hate, Ababil, Gefahr, Kelelawar Malam, Lucretia, Meduza, Zi Factor, Supersucks, Arrrghhh dan Siksa Kubur menjadi hidangan untuk crowd yang hadir pada malam itu.

Flag of Hate membuka perhelatan yang digelar pada 4 Desember 2010, dengan lagu mereka sendiri di antaranya “Eternal Madness” dan satu lagu Nightwish. Setelah Flag of Hate, giliran Ababil tampil dengan “Oblivious to Evil”, “Sacrificial”, “Suicide” dari Decide yang memburai isi telinga penonton, kemudian  disusul oleh penampilan Gefahr.

Semakin malam crowd semakin penuh memadati ruangan The Pub, lampu pun mulai meredup kembali ketika band selanjutnya akan meneriakkan isi hati mereka. Taburan bunga melati berserakan di depan stage,  ada apa ini? Ternyata begitulah ritual Kelelawar Malam sesaat sebelum mereka tampil, band yang menamakan genre-nya horror rock ini berhasil menghipnotis penonton dengan lirik-lirik lagu mereka yang unik.

Selanjutnya adalah penampilan dari band yang namanya ada di salah satu judul lagu Megadeth, Lucretia. Biasanya tiga sampai empat hits Megadeth yang mereka bawakan,  namun mengapa kali ini Lucretia hanya membawakan dua lagu Megadeth saja? “Lagi nggak siap maen karena agus drummer kami nggak bisa, makanya dibantu fe (drummer Dirty Edge),  dan makanya setlist beda dari biasanya, minim Megadeth”, ungkap Nino (gitar). Pada kesempatan malam itu Lucretia menyajikan nomor nomor “Be All End All” (Anthrax) “Antisocial” (Anthrax), “In God We Trust” (Stryper), “A Tout Le Monde” (Megadeth), “Train Of Consequences” (Megadeth) dan satu lagu Lucretia sendiri “Hitam” .

Meduza menghidangkan para crowd dengan nomor-nomor dari Kreator, yakni “When The Sun Burns Red”, “Some Pain Will Last”, “Don’t trust”, “Betrayer”, dan “Extreme Aggresion””.  Selanjutnya giliran Zi Factor yang menuntun crowd untuk headbang lewat nomor-nomor “Eclips”, “Bangsat”, “Kill Paradigm”, “74:30”, “Sakti” dan “Cancer”.

Saatnya untuk berdisco!!! Band industrial rock yang satu ini sudah melengkapi amunisi mereka untuk mengajak penonton bergoyang lewat hits-hits “Ich Bin Uber Alles” (Hanzel Und Gretyl), “Burn Burn Burn”, “Sampaiku mati”, “Unbelievable”(EMF), “Du Hast” (Rammstein), dilanjutkan oleh penampilan Arrrghhh yang kembali membakar suasana.

Siksa Kubur didaulat sebagai penutup rangkaian pesta yang digelar Mosh pit di The Pub Cafe itu. Band death metal yang berdiri sejak 1996 ini memang tidak diragukan lagi kedahsyatannya meskipun sempat bongkar pasang personel. Lewat nomor “Anak Lelaki Dan Serigala”, “Metafora”, “Menanduk Melawan Tunduk”, “Neraka Setara Mata”, “Kata Sebagai Senjata”, “Destitusi Menuju Mati”, Siksa Kubur berhasil menyiksa telinga para crowd dengan sayatan riff-riff tajam dari Andre Tiranida (gitar).

THE 33RD JAZZ GOES TO CAMPUS

Perhelatan megah Jakarta Jazz Go To Campus ke-33 yang digelar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada Minggu (28/11) kemarin mengusung tema Unleash The Jazz Within. Makna dari tema tersebut adalah ingin melepaskan jiwa jazz dari dalam diri semua penikmat jazz, baik yang mengenal jazz sejak lama maupun yang baru mulai mendengarkannya.


Meski hujan sempat mengguyur daerah Depok, namun tidak menyurutkan para penikmat musik jazz untuk tetap menghadiri hajatan akbar JGTC tersebut. Stage dibagi berdasarkan warna musik yang berbeda. BCA Stage, untuk music jazz yang beraliran punk, di sini kita bisa melihat penampilan dari Tokyo Blue (Malaysia), Andien, Berry Likumahua & Project, dll. Mandiri Stage untuk jazz yang beraliran etnik, kita bisa menyaksikan The Groove, Mawar Merah Tribute To Slank, Maliq & d’Essential, dll. Save A Teen Stage untuk jazz yang beraliran akustik, kita bisa menyaksikan penampilan Andre Harihandoyo & Sonic People, Endah N Resha, Sketsa, dll. JGTC Lounge untuk jazz yang beraliran swing, kita bisa menyaksikan penampilan Ade Irawan Feat. Komunitas Jazz Kemayoran (KJK), Suddenly September, Nita Aartsen Feat. Anda Bunga.

Tokyo Blue yang diawaki oleh Hiroaki Maekawa (bas), Ywenna Carollin (kibord), dan Joshua Maran (drum) tampil di BCA Stage. Band perpaduan Indonesia, Malaysia dan Jepang ini mampu menghipnotis crowd dengan aksi panggung mereka dan disambut riuh tepuk tangan penonton. Mereka juga tertarik untuk tampil di JGTC pada tahun mendatang.

Tidak hanya saat Tokyo Blue tampil, ribuan pecinta jazz  juga membludak di areal Mandiri Stage. Saat The Groove tampil, penonton yang notabene didominasi oleh kaum hawa langsung menjerit histeris menyaksikan band pujaannya. The Groove tampil membawakan hits-hits mereka di antaranya “Sepi”, “Satu Mimpiku”, “Reunion”. Performer berikutnya adalah Mawar Merah Tribute To Slank, grup vokal wanita yang terdiri dari Kikan (eks. Cokelat), Dira Sugandi dan Astrid ini tampil segar dengan nomor-nomor Slank yang dibawakan dalam nuansa jazz.  Tidak hanya Mandiri Stage yang dipadati penonton, Save a Teen Stage juga diserbu penikmat jazz saat Endah N Resha tampil.

Konsep JGTC pada tahun ini lebih dipersepsikan untuk para anak-anak muda yang menilai musik Jazz terlalu terlihat ekslusif.  Pada penghujung malam perhelatan akbar ini ditutup oleh penampilan Barry Likumahuwa Project, Maliq & d’Essential, Nita Aartsen Feat. Anda Bunga pada stage yang berbeda.

Jazz Goes To Campus pertama kali digagas oleh Chandra Darusman yang juga mahasiswa FEUI pada tahun 1978. Pada mulanya JGTC digelar di Taman 02 FEUI Salemba, Jakarta dengan fasilitas seadanya. Saat ini JGTC didaulat sebagai event jazz tertua di Indonesia.[Foto : Anjas Hermawan]

28 November 2010

MALAM KEAKRABAN BLOOD OF HEROES

MOSHPIT pada Sabtu 27 Nopember dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kali ini tokoh yang diangkat sebagai pahlawan adalah salah satu sosok yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM), Munir. Sekitar pukul 21.00 acara dibuka oleh penampilan D’Kontras yang menghangatkan suasana setelah diguyur hujan dengan nomor-nomor dari band rock ‘n roll asal  Inggris, The Rolling Stones diantaranya “Hongky Tonk Woman”, “Satisfaction (I Can’t Get no). Crowd yang hadir memang tidak seramai acara MOSHPIT sebelumnya (Hell A Win -red), namun pada crowd kali ini sangat terlihat akrab dengan para performer untuk ikut bernyanyi.

Setelah D’Kontras tampil, kini giliran Trash Metal United yang menaikkan tensi darah para penonton. Sesuai dengan namanya Thrash Metal United merupakan gabungan personel dari beberapa band thrash metal lokal, yakni Arie Yuandi Fajar (Ritual Doom/vokal), Nino Aditya (Lucretia/gitar), Ucok Tampubolon (Divine/gitar), Andi Jaka (Supersucks/bas) dan Ucok Tambunan (Alien Scream/drum). Kurang lebih 30 menit Thrash Metal memprovokasi crowd dengan nomor Future World (Helloween), Aces High (Iron Maiden), The Troopers (Iron Maiden) dan People of the Lie (Kreator). Pada nomor Territory (Sepultura) posisi gitar yang sebelumnya dipegang Nino (Lucretia) diambil alih istrinya sendiri, Pima (Toxic), dan pada lagu terakhir Thrash Metal United membawakan Desperate Cry (Sepultura).
Performer berikutnya adalah Inlander, band yang diawaki oleh Bani (vokal), Radhitya Bhakti Soerjo (gitar), Tomio Mio (bas) dan Chuck Flow (drum) ini memanjakan telinga penonton dengan sayatan distorsi beratnya. Setelah Inlander, giliran Social Black Yelling yang menggempur suasana The Pub dengan hits-hits mereka dan ditambah dengan Angel Of Death dari Slayer. Kedua band tersebut pada tahun depan rencananya akan merilis album.

Selanjutnya adalah Gigantor yang didaulat untuk menghukum para crowd dengan nomor-nomor “Army of Darkness”, “Wasted Throne”, “Mouth for War” (Pantera) , “Gigantor” , “Cowboys from Hell” (Pantera), “Iron Fist” (Motorhead). Dilanjutkan dengan penampilan band death metal kawakan, Ritual Doom lewat hits-hits “Fresh Blood”, “Ritual Ceremony” yang dibawakan bersama Bani Inlander (Eks. Ritual Doom –red), “Darkness Rising”, “Cannibals Festivity” yang membakar suasana The Pub Cafe. Meskipun Vivi (gitar) terlihat mabuk berat namun penampilan mereka tetap terlihat nyaris sempurna.

Malam itu memang terlihat akrab, para performer yang tampil terlihat sangat nyaman dengan suasana yang Moshpit sajikan. “Gue gak bisa ngejelasin secara obyektif, yang pasti suasana di acara kemaren itu sangat akrab, band yang main pun seperti tampil di rumah sendiri” ungkap Vivi (Ritual Doom) saat ditanyakan pendapat tentang acara Blood of Heroes. 

Pesta kali ini ditutup oleh penampilan band nu-metal, Stupidnation dengan nomor-nomor “Slaves Of Suggestion”, “Bumi”, dan “Last Breath”. Band yang digawangi oleh Yendi (vokal), Cheri (drum), Anubis (gitar) , dan Bagol (bas) ini biasanya tampil mengenakan topeng atau make-up, namun kali ini mereka tampil unmasked.

19 November 2010

Kirk Hammet Tendang Gadis Kecil di Australia

Kabar datang dari Sydney Australia ketika Metallica tengah menggelar konser. Di kala itu balon-balon berukuran raksasa menghiasi panggung dan Kirk Hammet sambil memainkan gitarnya juga asik menendangi balon-balon tersebut. Namun Hammet tak menyadari salah satu balon yang ditendangnya itu menerjang salah anak kecil yang berdiri di pinggiran panggung. Gadis tersebut terjengkang, untungnya gadis tersebut tidak terluka akibat kecelakaan itu.

Berikut videonya:

9 Tahun The Upstair Segera Rilis Dokumenter

Band asal Jakarta yang dimotori oleh Jimi Multhazam (vokal), Beni Andhiantoro (drum), Andre 'Kubil' Idris (gitar), Krishna Sukarya (additional keyboard), dan Pandu Fuzztoni (additional bass/synth) memang lama tidak muncul di layar kaca. Namun tak terasa, The Upstairs  telah menginjak usia 9 tahun. Banyak rencana yang sudah disiapkan, misalnya membagikan secara gratis 3 single terbaru mereka serta menggarap dokumenter perjalanan The Upstairs.


"Dokumenternya sih sudah jadi. Hanya tinggal memasukkan lagu-lagunya aja. Isi dokumenter berupa film dan narasi mengenai perjalanan selama 9 tahun. Mulai dari klip-klip, foto-foto, bahkan rekaman di kamar, studio, lalu di kamar lagi. Pokoknya seru," ungkap Jimi, seperti yang dikutip dari Kapanlagi.com.
Penggarapan dokumenter ini sebenarnya sudah direncanakan. Namun terhambat karena ada salah satu personel The Upstairs yang mengundurkan diri.

"Proyek ini merupakan proyek tertunda karena berbagai hal. Salah satunya adanya pengunduran personel. Alhasil kita mengulang lagi dari awal. Rencananya sih rilis dibarengi dengan konser ulang tahun," ujar Jimi.
Untuk masalah kapan dokumenter ini dirilis Jimi menambahkan, "Mudah-mudahan awal tahun atau selambat-lambatnya pertengahan tahun 2011."

Marduk Akan Guncang 3 Kota di Indonesia

Marduk, band death metal asal Swedia akan menggelar rangkaian tur yang bertajuk Asian Black Death Redemption Tour 2010 di sejumlah kota di Asia termasuk kota-kota besar di Indonesia.  Untuk kehadirannya di Indonesia, Marduk dipromotori oleh Pentia Quantum yang juga pernah sukses mempromotori Dying Fetus dan Exodus. Rencananya Marduk akan menggempur Surabaya pada 10 Desember yang akan digelar di Gor Brawijaya, Semarang pada 11 Desember di Trilomba Juang dan yang terakhir di Jakarta pada 12 Desember di Outdoor Bulungan.


Selain Indonesia, Marduk sebelumnya juga akan menghiptonis 3 negara lainnya, yakni China pada 4 Desember, Thailand pada 6 Desember dan Singapura pada 07 Desember.

Marduk dibentuk pada tahun 1990 oleh Morgan Steinmeyer Hakansson dengan konsep "Band paling menghujat di dunia". Pada saat ini Marduk dimotori oleh Morgan Steinmeyer Hakansson (gitar), Magnus Andersson (gitar), Daniel  Rostén (vokal) dan Lars Broddesson (drum). Tema lagu-lagu mereka kebanyakan mengenai satanisme, anti-Kristen, cerita Alkitab, sejarah Reich Ketiga dan Perang Dunia 2.

12 November 2010

Bring Me The Horizon Bakal Gempur Jakarta

Setelah terdengar kabar Deftones fix untuk tampil di Tennis Indoor, Senayan pada 8 Februari 2011, JAVA Musikindo kini mengabarkan Bring Me The Horizon (BMTH)  juga bakal menyambangi Jakarta pada 19 Februari 2011 yang juga akan mengambil tempat di Tennis Indoor, Senayan.


Namun tidak hanya itu, pada 22-23 Februari 2011 mendatang JAVA Musikindo juga akan menggelar Jakarta Jam 2011. Pada hari pertama akan menampilkan 3 band headliner yang berasal dari Amerika yaitu, Never Shout Never , We The Kings dan I See Stars. Dan pada hari kedua akan dimeriahkan oleh New Found Glory dan The Starting Line.

Tak hanya di bulan Februari 2011, Adrie Subono selaku promotor JAVA Musikindo juga masih memiliki 5 band lagi yang nantinya bakal diumumkan.

Berikut harga tiket Jakarta Jam 2011 :
PAKET 3 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 3 hari)
Tribune : @ Rp. 245.000 / hari
Festival : @ Rp. 295.000 / hari
PAKET 2 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 2 hari)
Tribune : @ Rp. 295.000 / hari
Festival : @ Rp. 345.000 / hari
1 HARI (harga presale)
Tribune : @ Rp. 345.000 / hari
Festival : @ Rp. 395.000 / hari

Deftones Konser di Jakarta 8 Februari 2011

Sepertinya tahun 2011 bakal menjadi tahun metal di Indonesia, setelah Original Production memastikan Iron Maiden tampil, JAVA Musikindo juga memastikan Deftones, band asal California, Amerika Serikat juga bakal menyambangi Indonesia pada 8 Februari 2011 mendatang di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.  Kepastian Deftones tampil dikabarkan lewat twitter dedengkotnya JAVA Musikindo, Adrie Subono pada Jumat (12/11).


”Deftones confirm manggung di Tennis Indoor, Senayan Jakarta 8 february...presale jual 27 november....sateeeee....baksooooo,” tulis Adrie seraya menirukan potongan pidato Presiden Obama saat di Indonesia. Setelah kabar tersebut diumumkan, twitter Adrie langsung diserbu ribuan tweet dari para penggemar Deftones.

Untuk tiket rencananya baru akan dijual pada 27 November mendatang dengan harga 200 Ribu, Adrie yakin tiketnya bakal laris diserbu para pecinta Deftones.

"Nantinya tiket harganya Rp 300 sampai 400 ribu masih okelah ya. Standarlah. Ini band gede lho. Kalau gue ngelihat dari twitter aja dari tadi nggak henti-henti dan warna musiknya emang banyak generasi yang suka. Ya mudah-mudahan baguslah," ujarnya.

Selain Deftones, Adrie juga menyebutkan masih ada lima band besar lagi yang telah tercatat untuk tampil di Indonesia di tahun mendatang.

”Masih ada 5 band lagi yang belum gue umumin, termasuk band besar buat 27 April (2011)” tulis Adrie pada akun twitter-nya.

1 November 2010

“HELL ALL WIN” PESTA REUNIAN METALHEADS

Sebuah perhelatan musik bertajuk “Hell All Win” yang digelar MOSH PIT Underground Music Dance FLoor pada Sabtu (30/10) di The Pub Cafe bilangan  Kemang Raya, Jakarta Selatan mencatat 10 band penampil pada rundown acara; Divine, 686, Lucretia, Oracle, The Edge, Dirty Edge, Meduza, Antiseptic, Akhir, Supersucks. Tepat pukul 20.15 acara dimulai, para metalheads langsung merapat memadati ruangan The Pub yang terbilang sempit. Divine yang didaulat sebagai band pembuka sekaligus untuk mengenalkan vokalis baru mereka, tampil cadas dengan sayatan gitar sadis Ucok Tampubolon dalam membawakan nomor dari Slayer “Angel of Death”. Tak lama kemudian 686 menghajar dengan nomor “Spirit in Black” (Slayer), “Motorbreath” (Metallica), “Surf Nicaragua” (Sacred Reich) dan ditutup dengan “Raining Blood” juga dari Slayer bersama Rizky Gigantor. Selanjutnya giliran Lucretia yang memprovokasi crowd untuk merapat dan ikut bernyanyi dengan hits-hits beringas dari Megadeth. “Hangar 18”, “Tornado Of Souls”  dilanjutkan dengan lagu dari Lucretia, “Queen of Sorrow”, “Revolusi”. Kemudian Nino (gitar) mengajak Andi Supersucks naik ke atas stage untuk membawakan dua nomor dari Megadeth lagi,  “She Wolf”, “Holy War” dan diakhiri dengan “Hitam” dari Lucretia. Malam itu Lucretia juga reuni dengan mantan drummer mereka, Agus.


Perfomer berikutnya adalah Oracle, band yang digawangi Troy (vokal), Wisnu (gitar), Jimmy (gitar), Bayu (bas), dan Mahendra (drum) ini tak kalah cadas dari band-band sebelumnya dengan membawakan “Nice Dreams” (Powermad), “Alice In Hell” (Annihilator), “Battery” (Metallica) dan “Over The Wall” (Testament) bareng Rizky Gigantor. Suasana sejenak mencair ketika The Edge tampil membawakan nomor-nomor dari U2, namun para crowd tetap ikut bernyanyi. Malam itu juga merupakan malam reuni untuk The Edge dengan original member mereka, seperti Ungki (vokal) yang kini menjadi vokalis Raptor, Budi (gitar), Ari (bas) dan Ade (drum).

Setelah hampir 30 menit The Edge tampil dan mencairkan suasana, kini tiba saatnya band hardcore Dirty Edge yang kembali membakar suasana The Pub Cafe dengan nomor-nomor ganas yang mereka sajikan yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan Meduza yang salah satunya dimotori oleh Ucok Alien Scream menghidangkan full covering nomor-nomor dari Kreator.

Semakin malam crowd makin banyak berdatangan memadatai ruang sesak The Pub Cafe untuk menyaksikan penampilan band-band cadas yang sudah tidak diragukan lagi. Nino (Lucretia) salah satu perwakilan dari yang punya hajat mengungkapkan, “Acara ini ibarat kata pesta reunian lagi. Akhirnya high gain musik kembali ke sini, dulu waktu namanya Prost Beer itu venue yang asik, tapi akhirnya menolak high gain, dan ini pertama kalinya lagi. Makanya rame, yang dateng juga muke-muke  jadul yang familiar. Bukan cuman jadul era prost, tapi juga jadul era 90-an”, ungkapnya sambil terbahak.

Kini tiba Antiseptic memaksimalkan high gain pada malam itu dengan  distorsi ala hardcore punk. Band yang terbentuk sejak tahun 90-an ini memang dahsyat, lewat nomor-nomor yang terdapat di album mereka,  crowd yang hadir seketika makin merapat untuk begoyang pogo dan moshing. Akhir bukan berarti pesta berakhir, band metal yang satu ini terlihat memang gahar dengan formasinya yang hanya digawangi oleh 3 orang, Cabikan Jeff sang gitaris yang variatif seakan membakar suasana malam yang makin tenggelam.
Penantian panjang akhirnya terobati, Supersucks naik ke atas stage dengan dandanan ciri khas mereka dan membius para crowd untuk kembali merapat. “Ini baru malam Halloween,” ujar Pima yang kebetulan saat itu menjadi MC.  Band yang dimotori oleh Rino ‘Jonges’ (vokal), Andi Jaka (bas), Yandri (gitar), Ande (synthesizer) dan Hafiz (drum) ini memang berbeda dengan band-band metal yang tampil sebelumnya, mereka menggunakan synthesizer dalam racikan musiknya, terdengar sangat unik. Dengan lima nomor lagu-lagu mereka,  Supersucks sekaligus menutup pesta reunian para metalheads. 

Acara perdana MOSH PIT Underground Music Dance Floor ini bisa terbilang cukup sukses, di sinilah para pemusik bawah tanah bisa meneriakkan jeritan isi hatinya. “Intinya gue bertiga (Nino, Pima dan Ucok Alien Scream)  amat sangat bersyukur ke semua yang dateng termasuk LT!E sampe 3 orang yang dateng sampe acara habis. Malah ada media dadakan yang gue gak tau dari mana, tanggal 30 itu amat sangat di luar expektasi gue bertiga,” ungkap Nino (Lucretia).