30 Juni 2010

Acara Gratisan Bukan Berarti Murahan!

More Than Groovy and Loudness yang menjadi tajuk acara pada selasa 29 Juni 2010 yang bertempat di Mario’s Place Café dibilangan Cikini, Jakarta Pusat. Gabungan dua komunitas  antara Likethis! Entertainment dan Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) dengan membuat konsep acara yang menarik yaitu memadukan dua genre musik yang berbeda antara rock dan jazz serta memberikan awards kepada orang-orang yang berjasa dalam bidang music, alhasil acara ini menyedot crowd yang penasaran untuk hadir pada malam itu.

Tepat pukul 19.30 acara dimulai dengan Introduction dari Beben Jazz, pendiri Komunitas Jazz Kemayoran. Hampir 10 menit dya hadir memberikan wejangan seputar musik, selanjutnya Beben Jazz & Friends tampil membawakan hits-hits yang soft dan ear cathcing

Penampil selanjutnya adalah Happy Day, Didi Priyadi (vokal & gitar) memang senang sekali membuat lelucon-lelucon di atas panggung dengan lirik lagu-lagu mereka yang kocak. Dengan mengenakan kostum unik berwarna kuning, mereka tampil dengan membawakan tujuh buah lagu yang berjudul “Mau Kaya”, “Tergila-gila”, “Kebelet”, “O-oh”, “Maksa”, “Om Teroris” dan pada lagu terakhir “Main Musik” , Happy Day berpesan untuk terus semangat dalam bermusik.

Live at Wonderland meng-cooling down suasana Mario’s Place Café pada malam itu, mereka tampil membawakan lagu-lagu jazz yang ciamik, pada lagu terakhirnya mereka membawakan lagu “Mau Dibawa Kemana” dari band Armada yang di aransemen total menjadi jazz. Salute…!

Hari semakin malam tetapi tidak menyurutkan langkah para penggila musik yang penasaran untuk datang ke event ini. Selanjutnya ada special perfoms dari Inna Kamarie, mantan personil grup vokal  Dewi-Dewi ini membawakan lima buah lagu diantaranya “Dancing Dancing”, “Serasa Melayang”, “Bila Ada Kamu”, Rindu Rindu Cintaku”, dan Hujan Gerimis (Benyamin S)

Suasana mulai terasa hening ketika inti dari acara ini dimulai, Beben Jazz, Eet Syahranie dan Anjas Hermawan langsung dipersilahkan untuk memberikan sepatah dua patah kata dan bercerita tentang seseorang yang malam itu berhak mendapatkan awards. Crowd pun semakin penasaran, lalu Beben Jazz langsung berteriak “Andi Julias” dengan lantang memanggil nama orang itu. Ternyata yang berhak mendapatkan awards pada malam itu adalah Andi Julias yang merupakan ketua komunitas Indonesia Progressive Society (IPS). Andi Julias berhak mendapatkan awards karena beliau pernah menjadi music director, penyiar radio dan beliaupun adalah seorang penulis. Suasana haru yang saat itu mungkin dirasakan seorang Andi Julias, ia mengungkapkan ucapan terima kasihnya kepada seluruh panitia acara. “Saya salut dengan komunitas ini, biasanya saya hanya melihat komunitas dengan satu genre saja, misalkan; komunitas deathmetal, komunitas progressive dan komunitas-komunitas lain, tapi malam hari ini saya baru melihat komunitas dengan berbagai genre music, tadi ada jazz, rock, pop, dll, saya berharap komunitas ini jangan hanya satu atau dua event saja, tetapi  harus tetap terus berjalan” ujarnya.

Malam pun mulai memanas dengan penampilan De Abad Bro’s, Arya sang pencabik gitar dengan beringasnya memainkan lick-lick lagu Motley Crue. “Kickstart My Heart”, “Shout at the Devil”, “SOS”,” Dr. Feelgood”, “Home Sweet Home”, “Anarchy in the UK”(versi Motley Crue) menjadi jamuan hangat para rocker yang hadir pada malam itu.

416 juga tak kalah keren dari band-band yang tampil pada malam itu, band yang mengusung genre fusion jazz mampu menghadang penonton yang sedikit-sedikit mulai beranjak pergi. Local Freak band hip-metal yang dimotori oleh Gulie (vocal), Eky (gitar), Indra (gitar), Franky Sadikin (bas) dan Riza (drum) menutup party dengan “Refuse” (Incubus), “Get it Out”, “Mupeng” dan “The Truth”.

Semoga acara gabungan dua komunitas ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi terus berlanjut dengan konsep-konsep yang lebih dahsyat lagi. Sukses untuk Likethis! Entertainment dan Komunitas Jazz Kemayoran !

8 Juni 2010

“Burn The Eastern” Membakar Deras Hujan

Foto Dok. Murry
Seperti biasa, rundown yang harusnya mulai pukul 16.00 molor setengah jam sampai pukul 16.30. Di tengah guyuran hujan deras di luar cafe, Figy, band rock asal Bandung dengan style mirip “My Chemical Romance” membuka acara sekaligus menggebrak suasana sepi saat itu. Penampilan selanjutnya adalah Pentatonic Romantic, band yang makin membuat waktu semakin molor lantaran vokalis dan basisnya belum hadir. Akhirnya Beben bersedia mengisi kekosongan dan memberikan sedikit pengetahuan tentang musik jazz dan komunitasnya. Setelah personel Pentatonic Romantic lengkap baru lah mereka tampil dengan membawakan tiga lagu sendiri.

Hujan semakin deras dan membuat rundown makin berantakan, Del’ La Vie yang harusnya tampil di urutan ketiga belum hadir juga. Panitia pun mengatur strategi agar acara terus berjalan, Beben & Friends akhirnya tampil menggantikan Del’ La Vie dengan membawakan lima buah lagu dengan sentuhan jazz yang kental dan yang membuat suasana sejuk

Setelah itu, F.O.D kembali membakar dengan membawakan lagu “Bingung”, “Killing The Soul”, dan “Joni Reman”, disusul dengan penampilan Ein Fuhrer yang cukup memukau lewat aksi vokalisnya, Malik. Band progresif hip rock asal Bogor ini membawakan “Bendera Putih”, “Titik Arah”, dan “Kaboom” yang merupakan hasil karya mereka. Walapun sempat ada trouble dengan cable jack Tmon, sang gitaris, tetapi aksi mereka cukup dahsyat malam itu.

Joni Kemon yang tak kalah agresif dari band-band sebelumnya makin membakar suasana café. Band yang juga berasal dari ‘Kota Hujan’ ini tampil membawakan “Lagu Buat Loe”, “Knockin’ on Heaven’s Door”, “Dunia Rock N Roll”, dan “Balada Anak Kampus”. Selanjutnya adalah Del’ La Vie, dan disusul Vacker Buller yang sama-sama membawakan tiga buah lagu.

Performer selanjutnya adalah Jukebox, band spesialis covering Dream Theater ini membawakan nomor-nomor Dream Theater selama hampir 25 menit… Sadis! Disusul In Memoriam yang tampil tak kalah sadis. Band bergenre comedy horror ini membawakan lagu “Hitam Putih”, “Between The Races”, “Gorilla”, “Raging The Earth”, dan “Come Back to Life” yang merupakan hits dari album mereka.

Penampilan terakhir adalah Letterbomb. Sebelum tampil membawakan lagu-lagunya, Def sang vokalis mengajak para penonton menundukkan kepala sejenak sambil mengirimkan doa untuk rakyat Palestina yang diserang Israel. Setelah itu lagu “Punk n’ roll star” dan “Generation Out of Control” berkumandang membuat penonton maju ke tengah-tengah stage. Pada lagu ketiga, Letterbomb mengajak Joni Kemon dan Abur Rocker untuk tampil membawakan lagu “Anarchy in the UK” (Sex Pistols). Mereka pun menutup pesta dengan “Last Caress” dari Misfits.(*)