25 Oktober 2010

Happy Our Music 1st Chapter

“Happy Our Music 1st Chapter”, itulah tajuk acara yang digelar Likethis! Entertainment (LT!E) di Mario’s Place Cafe, Jakarta Pusat pada Minggu (17/10). Acara ini terbilang “sadis” aturan mainnya, yakni band yang belum hadir 30 menit sebelum acara dimulai akan dicoret. Tentu saja hal tersebut bukan untuk mengekang band indie, melainkan untuk mendisiplinkan pola waktu anak-anak band yang terbiasa molor, dan hasilnya acara berjalan lancar sesuai rundown yang ada. Tercatat 8 band yang tampil pada acara ini, yaitu Barrak 3, Mouse in the Bottle,  Satelectronic, Letterbomb, Bad Stereo, Spolenk, Bloody Panties, dan Zi Factor.

Acara dibuka oleh penampilan Barrack 3. Para generasi cilik yang berani menunjukkan kreativitas mereka lewat Kiki (vokal), Sultan (drum), Kukuh (bas), dan Reza (gitar). Walaupun masih terbilang belia, mereka mampu  bersanding dengan para pemusik senior lainnya.  “Jangan Pacaran Dulu”, “Tinggalkan Aku Mama”, dan “Jendral Sudirman”  adalah nomor-nomor yang mereka  mainkan.  Alunan distorsi gitar Reza   dengan berani menghasilkan beat-beat cadas dengan balutan karakter vokal kiki yang unik.

Selanjutnya panggung digebrak oleh penampilan  Mouse in the Bottle. Band ber-genre rock n roll ini menghajar dengan hits-hits mereka seperti “Hentakkan Musik Rock n Roll”, “Fallin Star”, dan “Rock Revolution”.  Mereka tidak pernah takut memasuki pasar musik Indonesia yang saat ini didominasi oleh Pop Melayu, mereka bahkan berencana merilis EP pada Januari 2011. “Gue gak pernah takut untuk bersaing dengan pasar musik saat ini, yang jelas kami ingin kebebasan dalam bermusik,” ujar Andru (drum).

Kemudian Satelectronic, sesuai dengan namanya mereka mengusung genre electronic rap. Namun sayang mereka tidak tampil maksimal karena laptop yang mereka gunakan sebagai media pada saat itu rusak, pada akhirnya mereka tampil lipsink. Selanjutnya Letterbomb yang mengingatkan kita pada Sex Pistols menggaungkan punk en roll era 70an. Band yang dimotori Def (vokal), Adhim (gitar), Irdham (bas), dan Loex (drum) ini baru saja menyelesaikan proyek mini albumnya, dan kali ini mereka membawakan nomor-nomor yang tak terdengar asing lagi, “Punk n Roll Star”, “Pretty Vacant” dan “God Save the Queen”  dari Sex Pistols,  yang lagi-lagi disajikan Def bareng Abur Rocker.

Bad Stereo seakan tak mau kalah dengan band-band sebelumnya, hentakkan rock n’ roll kembali bergema ketika mereka membawakan lagu-lagu yang diambil dari mini album mereka, “Rock n Roll All Night”, “Lonely Bitch”, dan “Theater of Rock n’ roll” menjadi hidangan bagi crowd yang datang.

Selanjutnya, siapa yang tak kenal dengan band heavy metal kawakan yang satu ini, Spolenk. Kali ini mereka tampil mengejutkan, Dhanny Kakang (vokalis Joni Kemon) yang awalnya berniat menonton acara tiba-tiba diajak naik ke atas stage untuk menggantikan vokalis Spolenk yang kali itu berhalangan hadir. Dengan gaya khasnya, Dhanny Kakang dan Spolenk membawakan hits-hits dari Spolenk seperti “Tegar”, “Sesaat” dan “Nol”.

Semakin sore suasana semakin beringas. Setelah dihajar 6 band crowd semakin memenuhi area Mario’s Place. Kali ini giliran Bloody Panties yang memburai isi telinga pengujung dengan suara nge-growl Jessica (vokal) dan Ardian (vokal). Penonton seakan terhipnotis dengan distorsi berat ala metalcore yang mengasilkan nomor-nomor “Sadness of My Broken Toys”, “Ignore Your Pregant” dan “Dogs Can Beard” dari The Devil Wears Prada.

Tak lama Zi Factor pun mendapat giliran. Band ber-genre modern metal yang digawangi Ezra (gitar), Eddy (gitar), Oleg (bas), Bopaq (vokal), Tyo (vokal) dan Adanz (drum) ini tampil nyaris sempurna kala didaulat menjadi penutup pesta di akhir pekan itu. Mereka tampil membawakan hits-hits dari album mereka seperti, “Bangsat”, “Kill Paradigm”, “Eclips”, “74 : 30”, dan “Cancer”.

11 Oktober 2010

Sore Kehilangan Vokalis

Ade Firza Paloh, vokalis band Sore mengumumkan via akun Twitter-nya bahwa dirinya tak lagi bergabung dengan band yang terkenal dengan single “Setengah Lima” itu,  Minggu (10/10). Hal tersebut  sontak membuat kaget para personel lainnya.


"Untuk semua saya berterima kasih atas ucapan support dan doanya, it's been a blessing and a glorious thing to have made it into your lives as a sore these many years, yet I have to move on now, it has to be done, so please forgive me once again for doing this, I'm sure we're going to suffice just fine in this great live of ours, as a sore I say to you all Adios companeros, you all live inside of me for always, thank you." Ujar Ade di akun Twitter-nya.

Sore baru saja merilis mini album yang bertajuk “Sombreros Kidos”  pada bulan April lalu dan kini mereka sedang menggarap album barunya. Namun Ade berjanji akan menyelesaikan proses album barunya tersebut.
Entah apa alasan Ade  hingga ia harus meninggalkan band yang didirikannya sejak akhir 2001 itu. Pada akun Twitter-nya Ade juga menyatakan "Iyah..gue keluar, tapi album tetep jalan, Insya Allah kita kelarin..I got my own reason..please forgive me..,"

Ade Firza Paloh merupakan salah pendiri Sore dari tiga teman masa kecilnya yakni Mondo Gascaro (kibor) & Awan Garnida (bas) selanjutnya mereka menambah personel Bembi (drum) dan Reza (gitar). Kita lihat saja perkembangan Sore selanjutnya tanpa sang vokalis. Good Luck Guys....! (*)