15 Desember 2010

System Of A Down Kembali Ke Permukaan

Setelah 5 tahun menghilang dari peredaran dan sempat dikabarkan bubar,  tahun 2011 mendatang band asal Los Angeles, System of a Down akan mulai menampakkan dirinya ke permukaan. Hal tersebut terbukti ketika mereka memposting di fan page facebook serta official website mereka.
“Hello All,

We are excited to announce that System will be playing some dates together in 2011. We also want to thank you for your loyalty and support, not only to System Of A Down, but to all of our solo efforts as well. We have no master plan of sorts - we are playing these shows simply because we want to play together again as a band and for you, our amazing fans. We look forward to seeing all of you! For a list of tour dates, and on-sale information, go to the NEWS section at systemofadown.com
System Of A Down”


Band yang diawaki Serj Tankian (vokal/kibor), Daron Malakian (gitar/vokal), Shavo Odajian (bas) dan John Dolmayan (drum) ini juga menjadwalkan tur mereka di tahun mendatang.

Berikut jadwal tur System of a Down pada 2011 mendatang:
6/2/11 - Italy, Milan, Milan Fiera Arena (on-sale Dec 1 @ 10am)
6/4/11 - Germany, Nurnberg, Rock im Park (AVAILABLE NOW)
6/5/11 - Germany, Nurburgring, Rock am Ring (AVAILABLE NOW)
6/6/11 - France, Paris, Omnisports de Bercy (on-sale Dec 14 @ 10am)
6/9/11 - Switzerland, Interlaken, Greenfield Festival (on-sale Dec 1 @ 10am)
6/11/11 - UK, Castle Donington, Download Festival (on-sale Dec 3 @ 9am)
6/13/11 - Austria, Nickelsdorf, Novarock (AVAILABLE NOW)
6/15/11 - Germany, Berlin, Wuhlheide (on-sale Dec 1 @ 9am)
6/17/11 - Sweden, Gothenburg, Metaltown Festival (on-sale Dec 2 @ 9am)
6/19/11 - Finland, Seinajoki, Provinssirock (on-sale Dec 1 @ 9am)

Dream Theater Temukan Pengganti Portnoy

Setelah Mike Portnoy dipastikan mengundurkan diri dari band yang telah membesarkan namanya, kini Dream Theater dikabarkan telah menemukan pengganti posisi sang penggebuk drum. Kabar tersebut diungkapkan langsung oleh John Petrucci lewat sebuah pesan seperti yang dikutip dari antimusic.com

“Hai kalian semua. Saya ingin memberitahukan kepada kalian mengenai suatu hal yang terjadi belakangan. Pasti kalian semua mempertanyakan mengenai drummer baru Dream Theater. Banyak fans kami yang sangat menunggu kabar ini. Audisi telah berjalan dengan sempurna dan kami telah mendapatkan seseorang. Kami kini sedang mengadakan sebuah sesi pendekatan untuk membicarakan kelanjutan dari ini semua. Kami sangat senang atas pilihan ini dan sangat tidak sabar untuk menunjukannya kepada dunia,” ujarnya.

Band yang berasal New York, Amerika Serikat ini juga dikabarkan akan merilis album baru pada Januari 2011. Siapakah kira-kira yang akan menggantikan posisi Portnoy? Kita lihat saja nanti.

7 Desember 2010

Farewell To Our Home Robohkan The Pub Cafe!

Dahsyat!!! Mungkin itu kalimat yang patut diucapkan untuk mengambarkan acara Mosh pit yang bertajuk “Farewell To Our Home”. Acara kali ini merupakan pesta terakhir Mosh pit di The Pub Cafe, Kemang. Menurut Pima, salah satu dedengkotnya Mosh pit, acara Farewell ini sebagai apresiasi terhadap venue yang membesarkan kembali scene underground Jakarta karena tempat ini akan segera dibongkar dan dijadikan gedung perkantoran. Jadi, nama the Pub/Prost akan menjadi bagian dari sejarah scene underground Jakarta.
Kali ini Mosh pit tidak ragu memanjakan telinga para metalheads dengan band-band yang telah terbukti kesadisannya. Sebut saja Flag of Hate, Ababil, Gefahr, Kelelawar Malam, Lucretia, Meduza, Zi Factor, Supersucks, Arrrghhh dan Siksa Kubur menjadi hidangan untuk crowd yang hadir pada malam itu.

Flag of Hate membuka perhelatan yang digelar pada 4 Desember 2010, dengan lagu mereka sendiri di antaranya “Eternal Madness” dan satu lagu Nightwish. Setelah Flag of Hate, giliran Ababil tampil dengan “Oblivious to Evil”, “Sacrificial”, “Suicide” dari Decide yang memburai isi telinga penonton, kemudian  disusul oleh penampilan Gefahr.

Semakin malam crowd semakin penuh memadati ruangan The Pub, lampu pun mulai meredup kembali ketika band selanjutnya akan meneriakkan isi hati mereka. Taburan bunga melati berserakan di depan stage,  ada apa ini? Ternyata begitulah ritual Kelelawar Malam sesaat sebelum mereka tampil, band yang menamakan genre-nya horror rock ini berhasil menghipnotis penonton dengan lirik-lirik lagu mereka yang unik.

Selanjutnya adalah penampilan dari band yang namanya ada di salah satu judul lagu Megadeth, Lucretia. Biasanya tiga sampai empat hits Megadeth yang mereka bawakan,  namun mengapa kali ini Lucretia hanya membawakan dua lagu Megadeth saja? “Lagi nggak siap maen karena agus drummer kami nggak bisa, makanya dibantu fe (drummer Dirty Edge),  dan makanya setlist beda dari biasanya, minim Megadeth”, ungkap Nino (gitar). Pada kesempatan malam itu Lucretia menyajikan nomor nomor “Be All End All” (Anthrax) “Antisocial” (Anthrax), “In God We Trust” (Stryper), “A Tout Le Monde” (Megadeth), “Train Of Consequences” (Megadeth) dan satu lagu Lucretia sendiri “Hitam” .

Meduza menghidangkan para crowd dengan nomor-nomor dari Kreator, yakni “When The Sun Burns Red”, “Some Pain Will Last”, “Don’t trust”, “Betrayer”, dan “Extreme Aggresion””.  Selanjutnya giliran Zi Factor yang menuntun crowd untuk headbang lewat nomor-nomor “Eclips”, “Bangsat”, “Kill Paradigm”, “74:30”, “Sakti” dan “Cancer”.

Saatnya untuk berdisco!!! Band industrial rock yang satu ini sudah melengkapi amunisi mereka untuk mengajak penonton bergoyang lewat hits-hits “Ich Bin Uber Alles” (Hanzel Und Gretyl), “Burn Burn Burn”, “Sampaiku mati”, “Unbelievable”(EMF), “Du Hast” (Rammstein), dilanjutkan oleh penampilan Arrrghhh yang kembali membakar suasana.

Siksa Kubur didaulat sebagai penutup rangkaian pesta yang digelar Mosh pit di The Pub Cafe itu. Band death metal yang berdiri sejak 1996 ini memang tidak diragukan lagi kedahsyatannya meskipun sempat bongkar pasang personel. Lewat nomor “Anak Lelaki Dan Serigala”, “Metafora”, “Menanduk Melawan Tunduk”, “Neraka Setara Mata”, “Kata Sebagai Senjata”, “Destitusi Menuju Mati”, Siksa Kubur berhasil menyiksa telinga para crowd dengan sayatan riff-riff tajam dari Andre Tiranida (gitar).

THE 33RD JAZZ GOES TO CAMPUS

Perhelatan megah Jakarta Jazz Go To Campus ke-33 yang digelar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada Minggu (28/11) kemarin mengusung tema Unleash The Jazz Within. Makna dari tema tersebut adalah ingin melepaskan jiwa jazz dari dalam diri semua penikmat jazz, baik yang mengenal jazz sejak lama maupun yang baru mulai mendengarkannya.


Meski hujan sempat mengguyur daerah Depok, namun tidak menyurutkan para penikmat musik jazz untuk tetap menghadiri hajatan akbar JGTC tersebut. Stage dibagi berdasarkan warna musik yang berbeda. BCA Stage, untuk music jazz yang beraliran punk, di sini kita bisa melihat penampilan dari Tokyo Blue (Malaysia), Andien, Berry Likumahua & Project, dll. Mandiri Stage untuk jazz yang beraliran etnik, kita bisa menyaksikan The Groove, Mawar Merah Tribute To Slank, Maliq & d’Essential, dll. Save A Teen Stage untuk jazz yang beraliran akustik, kita bisa menyaksikan penampilan Andre Harihandoyo & Sonic People, Endah N Resha, Sketsa, dll. JGTC Lounge untuk jazz yang beraliran swing, kita bisa menyaksikan penampilan Ade Irawan Feat. Komunitas Jazz Kemayoran (KJK), Suddenly September, Nita Aartsen Feat. Anda Bunga.

Tokyo Blue yang diawaki oleh Hiroaki Maekawa (bas), Ywenna Carollin (kibord), dan Joshua Maran (drum) tampil di BCA Stage. Band perpaduan Indonesia, Malaysia dan Jepang ini mampu menghipnotis crowd dengan aksi panggung mereka dan disambut riuh tepuk tangan penonton. Mereka juga tertarik untuk tampil di JGTC pada tahun mendatang.

Tidak hanya saat Tokyo Blue tampil, ribuan pecinta jazz  juga membludak di areal Mandiri Stage. Saat The Groove tampil, penonton yang notabene didominasi oleh kaum hawa langsung menjerit histeris menyaksikan band pujaannya. The Groove tampil membawakan hits-hits mereka di antaranya “Sepi”, “Satu Mimpiku”, “Reunion”. Performer berikutnya adalah Mawar Merah Tribute To Slank, grup vokal wanita yang terdiri dari Kikan (eks. Cokelat), Dira Sugandi dan Astrid ini tampil segar dengan nomor-nomor Slank yang dibawakan dalam nuansa jazz.  Tidak hanya Mandiri Stage yang dipadati penonton, Save a Teen Stage juga diserbu penikmat jazz saat Endah N Resha tampil.

Konsep JGTC pada tahun ini lebih dipersepsikan untuk para anak-anak muda yang menilai musik Jazz terlalu terlihat ekslusif.  Pada penghujung malam perhelatan akbar ini ditutup oleh penampilan Barry Likumahuwa Project, Maliq & d’Essential, Nita Aartsen Feat. Anda Bunga pada stage yang berbeda.

Jazz Goes To Campus pertama kali digagas oleh Chandra Darusman yang juga mahasiswa FEUI pada tahun 1978. Pada mulanya JGTC digelar di Taman 02 FEUI Salemba, Jakarta dengan fasilitas seadanya. Saat ini JGTC didaulat sebagai event jazz tertua di Indonesia.[Foto : Anjas Hermawan]