28 November 2010

MALAM KEAKRABAN BLOOD OF HEROES

MOSHPIT pada Sabtu 27 Nopember dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kali ini tokoh yang diangkat sebagai pahlawan adalah salah satu sosok yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM), Munir. Sekitar pukul 21.00 acara dibuka oleh penampilan D’Kontras yang menghangatkan suasana setelah diguyur hujan dengan nomor-nomor dari band rock ‘n roll asal  Inggris, The Rolling Stones diantaranya “Hongky Tonk Woman”, “Satisfaction (I Can’t Get no). Crowd yang hadir memang tidak seramai acara MOSHPIT sebelumnya (Hell A Win -red), namun pada crowd kali ini sangat terlihat akrab dengan para performer untuk ikut bernyanyi.

Setelah D’Kontras tampil, kini giliran Trash Metal United yang menaikkan tensi darah para penonton. Sesuai dengan namanya Thrash Metal United merupakan gabungan personel dari beberapa band thrash metal lokal, yakni Arie Yuandi Fajar (Ritual Doom/vokal), Nino Aditya (Lucretia/gitar), Ucok Tampubolon (Divine/gitar), Andi Jaka (Supersucks/bas) dan Ucok Tambunan (Alien Scream/drum). Kurang lebih 30 menit Thrash Metal memprovokasi crowd dengan nomor Future World (Helloween), Aces High (Iron Maiden), The Troopers (Iron Maiden) dan People of the Lie (Kreator). Pada nomor Territory (Sepultura) posisi gitar yang sebelumnya dipegang Nino (Lucretia) diambil alih istrinya sendiri, Pima (Toxic), dan pada lagu terakhir Thrash Metal United membawakan Desperate Cry (Sepultura).
Performer berikutnya adalah Inlander, band yang diawaki oleh Bani (vokal), Radhitya Bhakti Soerjo (gitar), Tomio Mio (bas) dan Chuck Flow (drum) ini memanjakan telinga penonton dengan sayatan distorsi beratnya. Setelah Inlander, giliran Social Black Yelling yang menggempur suasana The Pub dengan hits-hits mereka dan ditambah dengan Angel Of Death dari Slayer. Kedua band tersebut pada tahun depan rencananya akan merilis album.

Selanjutnya adalah Gigantor yang didaulat untuk menghukum para crowd dengan nomor-nomor “Army of Darkness”, “Wasted Throne”, “Mouth for War” (Pantera) , “Gigantor” , “Cowboys from Hell” (Pantera), “Iron Fist” (Motorhead). Dilanjutkan dengan penampilan band death metal kawakan, Ritual Doom lewat hits-hits “Fresh Blood”, “Ritual Ceremony” yang dibawakan bersama Bani Inlander (Eks. Ritual Doom –red), “Darkness Rising”, “Cannibals Festivity” yang membakar suasana The Pub Cafe. Meskipun Vivi (gitar) terlihat mabuk berat namun penampilan mereka tetap terlihat nyaris sempurna.

Malam itu memang terlihat akrab, para performer yang tampil terlihat sangat nyaman dengan suasana yang Moshpit sajikan. “Gue gak bisa ngejelasin secara obyektif, yang pasti suasana di acara kemaren itu sangat akrab, band yang main pun seperti tampil di rumah sendiri” ungkap Vivi (Ritual Doom) saat ditanyakan pendapat tentang acara Blood of Heroes. 

Pesta kali ini ditutup oleh penampilan band nu-metal, Stupidnation dengan nomor-nomor “Slaves Of Suggestion”, “Bumi”, dan “Last Breath”. Band yang digawangi oleh Yendi (vokal), Cheri (drum), Anubis (gitar) , dan Bagol (bas) ini biasanya tampil mengenakan topeng atau make-up, namun kali ini mereka tampil unmasked.

19 November 2010

Kirk Hammet Tendang Gadis Kecil di Australia

Kabar datang dari Sydney Australia ketika Metallica tengah menggelar konser. Di kala itu balon-balon berukuran raksasa menghiasi panggung dan Kirk Hammet sambil memainkan gitarnya juga asik menendangi balon-balon tersebut. Namun Hammet tak menyadari salah satu balon yang ditendangnya itu menerjang salah anak kecil yang berdiri di pinggiran panggung. Gadis tersebut terjengkang, untungnya gadis tersebut tidak terluka akibat kecelakaan itu.

Berikut videonya:

9 Tahun The Upstair Segera Rilis Dokumenter

Band asal Jakarta yang dimotori oleh Jimi Multhazam (vokal), Beni Andhiantoro (drum), Andre 'Kubil' Idris (gitar), Krishna Sukarya (additional keyboard), dan Pandu Fuzztoni (additional bass/synth) memang lama tidak muncul di layar kaca. Namun tak terasa, The Upstairs  telah menginjak usia 9 tahun. Banyak rencana yang sudah disiapkan, misalnya membagikan secara gratis 3 single terbaru mereka serta menggarap dokumenter perjalanan The Upstairs.


"Dokumenternya sih sudah jadi. Hanya tinggal memasukkan lagu-lagunya aja. Isi dokumenter berupa film dan narasi mengenai perjalanan selama 9 tahun. Mulai dari klip-klip, foto-foto, bahkan rekaman di kamar, studio, lalu di kamar lagi. Pokoknya seru," ungkap Jimi, seperti yang dikutip dari Kapanlagi.com.
Penggarapan dokumenter ini sebenarnya sudah direncanakan. Namun terhambat karena ada salah satu personel The Upstairs yang mengundurkan diri.

"Proyek ini merupakan proyek tertunda karena berbagai hal. Salah satunya adanya pengunduran personel. Alhasil kita mengulang lagi dari awal. Rencananya sih rilis dibarengi dengan konser ulang tahun," ujar Jimi.
Untuk masalah kapan dokumenter ini dirilis Jimi menambahkan, "Mudah-mudahan awal tahun atau selambat-lambatnya pertengahan tahun 2011."

Marduk Akan Guncang 3 Kota di Indonesia

Marduk, band death metal asal Swedia akan menggelar rangkaian tur yang bertajuk Asian Black Death Redemption Tour 2010 di sejumlah kota di Asia termasuk kota-kota besar di Indonesia.  Untuk kehadirannya di Indonesia, Marduk dipromotori oleh Pentia Quantum yang juga pernah sukses mempromotori Dying Fetus dan Exodus. Rencananya Marduk akan menggempur Surabaya pada 10 Desember yang akan digelar di Gor Brawijaya, Semarang pada 11 Desember di Trilomba Juang dan yang terakhir di Jakarta pada 12 Desember di Outdoor Bulungan.


Selain Indonesia, Marduk sebelumnya juga akan menghiptonis 3 negara lainnya, yakni China pada 4 Desember, Thailand pada 6 Desember dan Singapura pada 07 Desember.

Marduk dibentuk pada tahun 1990 oleh Morgan Steinmeyer Hakansson dengan konsep "Band paling menghujat di dunia". Pada saat ini Marduk dimotori oleh Morgan Steinmeyer Hakansson (gitar), Magnus Andersson (gitar), Daniel  Rostén (vokal) dan Lars Broddesson (drum). Tema lagu-lagu mereka kebanyakan mengenai satanisme, anti-Kristen, cerita Alkitab, sejarah Reich Ketiga dan Perang Dunia 2.

12 November 2010

Bring Me The Horizon Bakal Gempur Jakarta

Setelah terdengar kabar Deftones fix untuk tampil di Tennis Indoor, Senayan pada 8 Februari 2011, JAVA Musikindo kini mengabarkan Bring Me The Horizon (BMTH)  juga bakal menyambangi Jakarta pada 19 Februari 2011 yang juga akan mengambil tempat di Tennis Indoor, Senayan.


Namun tidak hanya itu, pada 22-23 Februari 2011 mendatang JAVA Musikindo juga akan menggelar Jakarta Jam 2011. Pada hari pertama akan menampilkan 3 band headliner yang berasal dari Amerika yaitu, Never Shout Never , We The Kings dan I See Stars. Dan pada hari kedua akan dimeriahkan oleh New Found Glory dan The Starting Line.

Tak hanya di bulan Februari 2011, Adrie Subono selaku promotor JAVA Musikindo juga masih memiliki 5 band lagi yang nantinya bakal diumumkan.

Berikut harga tiket Jakarta Jam 2011 :
PAKET 3 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 3 hari)
Tribune : @ Rp. 245.000 / hari
Festival : @ Rp. 295.000 / hari
PAKET 2 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 2 hari)
Tribune : @ Rp. 295.000 / hari
Festival : @ Rp. 345.000 / hari
1 HARI (harga presale)
Tribune : @ Rp. 345.000 / hari
Festival : @ Rp. 395.000 / hari

Deftones Konser di Jakarta 8 Februari 2011

Sepertinya tahun 2011 bakal menjadi tahun metal di Indonesia, setelah Original Production memastikan Iron Maiden tampil, JAVA Musikindo juga memastikan Deftones, band asal California, Amerika Serikat juga bakal menyambangi Indonesia pada 8 Februari 2011 mendatang di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.  Kepastian Deftones tampil dikabarkan lewat twitter dedengkotnya JAVA Musikindo, Adrie Subono pada Jumat (12/11).


”Deftones confirm manggung di Tennis Indoor, Senayan Jakarta 8 february...presale jual 27 november....sateeeee....baksooooo,” tulis Adrie seraya menirukan potongan pidato Presiden Obama saat di Indonesia. Setelah kabar tersebut diumumkan, twitter Adrie langsung diserbu ribuan tweet dari para penggemar Deftones.

Untuk tiket rencananya baru akan dijual pada 27 November mendatang dengan harga 200 Ribu, Adrie yakin tiketnya bakal laris diserbu para pecinta Deftones.

"Nantinya tiket harganya Rp 300 sampai 400 ribu masih okelah ya. Standarlah. Ini band gede lho. Kalau gue ngelihat dari twitter aja dari tadi nggak henti-henti dan warna musiknya emang banyak generasi yang suka. Ya mudah-mudahan baguslah," ujarnya.

Selain Deftones, Adrie juga menyebutkan masih ada lima band besar lagi yang telah tercatat untuk tampil di Indonesia di tahun mendatang.

”Masih ada 5 band lagi yang belum gue umumin, termasuk band besar buat 27 April (2011)” tulis Adrie pada akun twitter-nya.

1 November 2010

“HELL ALL WIN” PESTA REUNIAN METALHEADS

Sebuah perhelatan musik bertajuk “Hell All Win” yang digelar MOSH PIT Underground Music Dance FLoor pada Sabtu (30/10) di The Pub Cafe bilangan  Kemang Raya, Jakarta Selatan mencatat 10 band penampil pada rundown acara; Divine, 686, Lucretia, Oracle, The Edge, Dirty Edge, Meduza, Antiseptic, Akhir, Supersucks. Tepat pukul 20.15 acara dimulai, para metalheads langsung merapat memadati ruangan The Pub yang terbilang sempit. Divine yang didaulat sebagai band pembuka sekaligus untuk mengenalkan vokalis baru mereka, tampil cadas dengan sayatan gitar sadis Ucok Tampubolon dalam membawakan nomor dari Slayer “Angel of Death”. Tak lama kemudian 686 menghajar dengan nomor “Spirit in Black” (Slayer), “Motorbreath” (Metallica), “Surf Nicaragua” (Sacred Reich) dan ditutup dengan “Raining Blood” juga dari Slayer bersama Rizky Gigantor. Selanjutnya giliran Lucretia yang memprovokasi crowd untuk merapat dan ikut bernyanyi dengan hits-hits beringas dari Megadeth. “Hangar 18”, “Tornado Of Souls”  dilanjutkan dengan lagu dari Lucretia, “Queen of Sorrow”, “Revolusi”. Kemudian Nino (gitar) mengajak Andi Supersucks naik ke atas stage untuk membawakan dua nomor dari Megadeth lagi,  “She Wolf”, “Holy War” dan diakhiri dengan “Hitam” dari Lucretia. Malam itu Lucretia juga reuni dengan mantan drummer mereka, Agus.


Perfomer berikutnya adalah Oracle, band yang digawangi Troy (vokal), Wisnu (gitar), Jimmy (gitar), Bayu (bas), dan Mahendra (drum) ini tak kalah cadas dari band-band sebelumnya dengan membawakan “Nice Dreams” (Powermad), “Alice In Hell” (Annihilator), “Battery” (Metallica) dan “Over The Wall” (Testament) bareng Rizky Gigantor. Suasana sejenak mencair ketika The Edge tampil membawakan nomor-nomor dari U2, namun para crowd tetap ikut bernyanyi. Malam itu juga merupakan malam reuni untuk The Edge dengan original member mereka, seperti Ungki (vokal) yang kini menjadi vokalis Raptor, Budi (gitar), Ari (bas) dan Ade (drum).

Setelah hampir 30 menit The Edge tampil dan mencairkan suasana, kini tiba saatnya band hardcore Dirty Edge yang kembali membakar suasana The Pub Cafe dengan nomor-nomor ganas yang mereka sajikan yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan Meduza yang salah satunya dimotori oleh Ucok Alien Scream menghidangkan full covering nomor-nomor dari Kreator.

Semakin malam crowd makin banyak berdatangan memadatai ruang sesak The Pub Cafe untuk menyaksikan penampilan band-band cadas yang sudah tidak diragukan lagi. Nino (Lucretia) salah satu perwakilan dari yang punya hajat mengungkapkan, “Acara ini ibarat kata pesta reunian lagi. Akhirnya high gain musik kembali ke sini, dulu waktu namanya Prost Beer itu venue yang asik, tapi akhirnya menolak high gain, dan ini pertama kalinya lagi. Makanya rame, yang dateng juga muke-muke  jadul yang familiar. Bukan cuman jadul era prost, tapi juga jadul era 90-an”, ungkapnya sambil terbahak.

Kini tiba Antiseptic memaksimalkan high gain pada malam itu dengan  distorsi ala hardcore punk. Band yang terbentuk sejak tahun 90-an ini memang dahsyat, lewat nomor-nomor yang terdapat di album mereka,  crowd yang hadir seketika makin merapat untuk begoyang pogo dan moshing. Akhir bukan berarti pesta berakhir, band metal yang satu ini terlihat memang gahar dengan formasinya yang hanya digawangi oleh 3 orang, Cabikan Jeff sang gitaris yang variatif seakan membakar suasana malam yang makin tenggelam.
Penantian panjang akhirnya terobati, Supersucks naik ke atas stage dengan dandanan ciri khas mereka dan membius para crowd untuk kembali merapat. “Ini baru malam Halloween,” ujar Pima yang kebetulan saat itu menjadi MC.  Band yang dimotori oleh Rino ‘Jonges’ (vokal), Andi Jaka (bas), Yandri (gitar), Ande (synthesizer) dan Hafiz (drum) ini memang berbeda dengan band-band metal yang tampil sebelumnya, mereka menggunakan synthesizer dalam racikan musiknya, terdengar sangat unik. Dengan lima nomor lagu-lagu mereka,  Supersucks sekaligus menutup pesta reunian para metalheads. 

Acara perdana MOSH PIT Underground Music Dance Floor ini bisa terbilang cukup sukses, di sinilah para pemusik bawah tanah bisa meneriakkan jeritan isi hatinya. “Intinya gue bertiga (Nino, Pima dan Ucok Alien Scream)  amat sangat bersyukur ke semua yang dateng termasuk LT!E sampe 3 orang yang dateng sampe acara habis. Malah ada media dadakan yang gue gak tau dari mana, tanggal 30 itu amat sangat di luar expektasi gue bertiga,” ungkap Nino (Lucretia).