7 Desember 2010

THE 33RD JAZZ GOES TO CAMPUS

Perhelatan megah Jakarta Jazz Go To Campus ke-33 yang digelar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada Minggu (28/11) kemarin mengusung tema Unleash The Jazz Within. Makna dari tema tersebut adalah ingin melepaskan jiwa jazz dari dalam diri semua penikmat jazz, baik yang mengenal jazz sejak lama maupun yang baru mulai mendengarkannya.


Meski hujan sempat mengguyur daerah Depok, namun tidak menyurutkan para penikmat musik jazz untuk tetap menghadiri hajatan akbar JGTC tersebut. Stage dibagi berdasarkan warna musik yang berbeda. BCA Stage, untuk music jazz yang beraliran punk, di sini kita bisa melihat penampilan dari Tokyo Blue (Malaysia), Andien, Berry Likumahua & Project, dll. Mandiri Stage untuk jazz yang beraliran etnik, kita bisa menyaksikan The Groove, Mawar Merah Tribute To Slank, Maliq & d’Essential, dll. Save A Teen Stage untuk jazz yang beraliran akustik, kita bisa menyaksikan penampilan Andre Harihandoyo & Sonic People, Endah N Resha, Sketsa, dll. JGTC Lounge untuk jazz yang beraliran swing, kita bisa menyaksikan penampilan Ade Irawan Feat. Komunitas Jazz Kemayoran (KJK), Suddenly September, Nita Aartsen Feat. Anda Bunga.

Tokyo Blue yang diawaki oleh Hiroaki Maekawa (bas), Ywenna Carollin (kibord), dan Joshua Maran (drum) tampil di BCA Stage. Band perpaduan Indonesia, Malaysia dan Jepang ini mampu menghipnotis crowd dengan aksi panggung mereka dan disambut riuh tepuk tangan penonton. Mereka juga tertarik untuk tampil di JGTC pada tahun mendatang.

Tidak hanya saat Tokyo Blue tampil, ribuan pecinta jazz  juga membludak di areal Mandiri Stage. Saat The Groove tampil, penonton yang notabene didominasi oleh kaum hawa langsung menjerit histeris menyaksikan band pujaannya. The Groove tampil membawakan hits-hits mereka di antaranya “Sepi”, “Satu Mimpiku”, “Reunion”. Performer berikutnya adalah Mawar Merah Tribute To Slank, grup vokal wanita yang terdiri dari Kikan (eks. Cokelat), Dira Sugandi dan Astrid ini tampil segar dengan nomor-nomor Slank yang dibawakan dalam nuansa jazz.  Tidak hanya Mandiri Stage yang dipadati penonton, Save a Teen Stage juga diserbu penikmat jazz saat Endah N Resha tampil.

Konsep JGTC pada tahun ini lebih dipersepsikan untuk para anak-anak muda yang menilai musik Jazz terlalu terlihat ekslusif.  Pada penghujung malam perhelatan akbar ini ditutup oleh penampilan Barry Likumahuwa Project, Maliq & d’Essential, Nita Aartsen Feat. Anda Bunga pada stage yang berbeda.

Jazz Goes To Campus pertama kali digagas oleh Chandra Darusman yang juga mahasiswa FEUI pada tahun 1978. Pada mulanya JGTC digelar di Taman 02 FEUI Salemba, Jakarta dengan fasilitas seadanya. Saat ini JGTC didaulat sebagai event jazz tertua di Indonesia.[Foto : Anjas Hermawan]

0 komentar:

Posting Komentar