7 Desember 2010

Farewell To Our Home Robohkan The Pub Cafe!

Dahsyat!!! Mungkin itu kalimat yang patut diucapkan untuk mengambarkan acara Mosh pit yang bertajuk “Farewell To Our Home”. Acara kali ini merupakan pesta terakhir Mosh pit di The Pub Cafe, Kemang. Menurut Pima, salah satu dedengkotnya Mosh pit, acara Farewell ini sebagai apresiasi terhadap venue yang membesarkan kembali scene underground Jakarta karena tempat ini akan segera dibongkar dan dijadikan gedung perkantoran. Jadi, nama the Pub/Prost akan menjadi bagian dari sejarah scene underground Jakarta.
Kali ini Mosh pit tidak ragu memanjakan telinga para metalheads dengan band-band yang telah terbukti kesadisannya. Sebut saja Flag of Hate, Ababil, Gefahr, Kelelawar Malam, Lucretia, Meduza, Zi Factor, Supersucks, Arrrghhh dan Siksa Kubur menjadi hidangan untuk crowd yang hadir pada malam itu.

Flag of Hate membuka perhelatan yang digelar pada 4 Desember 2010, dengan lagu mereka sendiri di antaranya “Eternal Madness” dan satu lagu Nightwish. Setelah Flag of Hate, giliran Ababil tampil dengan “Oblivious to Evil”, “Sacrificial”, “Suicide” dari Decide yang memburai isi telinga penonton, kemudian  disusul oleh penampilan Gefahr.

Semakin malam crowd semakin penuh memadati ruangan The Pub, lampu pun mulai meredup kembali ketika band selanjutnya akan meneriakkan isi hati mereka. Taburan bunga melati berserakan di depan stage,  ada apa ini? Ternyata begitulah ritual Kelelawar Malam sesaat sebelum mereka tampil, band yang menamakan genre-nya horror rock ini berhasil menghipnotis penonton dengan lirik-lirik lagu mereka yang unik.

Selanjutnya adalah penampilan dari band yang namanya ada di salah satu judul lagu Megadeth, Lucretia. Biasanya tiga sampai empat hits Megadeth yang mereka bawakan,  namun mengapa kali ini Lucretia hanya membawakan dua lagu Megadeth saja? “Lagi nggak siap maen karena agus drummer kami nggak bisa, makanya dibantu fe (drummer Dirty Edge),  dan makanya setlist beda dari biasanya, minim Megadeth”, ungkap Nino (gitar). Pada kesempatan malam itu Lucretia menyajikan nomor nomor “Be All End All” (Anthrax) “Antisocial” (Anthrax), “In God We Trust” (Stryper), “A Tout Le Monde” (Megadeth), “Train Of Consequences” (Megadeth) dan satu lagu Lucretia sendiri “Hitam” .

Meduza menghidangkan para crowd dengan nomor-nomor dari Kreator, yakni “When The Sun Burns Red”, “Some Pain Will Last”, “Don’t trust”, “Betrayer”, dan “Extreme Aggresion””.  Selanjutnya giliran Zi Factor yang menuntun crowd untuk headbang lewat nomor-nomor “Eclips”, “Bangsat”, “Kill Paradigm”, “74:30”, “Sakti” dan “Cancer”.

Saatnya untuk berdisco!!! Band industrial rock yang satu ini sudah melengkapi amunisi mereka untuk mengajak penonton bergoyang lewat hits-hits “Ich Bin Uber Alles” (Hanzel Und Gretyl), “Burn Burn Burn”, “Sampaiku mati”, “Unbelievable”(EMF), “Du Hast” (Rammstein), dilanjutkan oleh penampilan Arrrghhh yang kembali membakar suasana.

Siksa Kubur didaulat sebagai penutup rangkaian pesta yang digelar Mosh pit di The Pub Cafe itu. Band death metal yang berdiri sejak 1996 ini memang tidak diragukan lagi kedahsyatannya meskipun sempat bongkar pasang personel. Lewat nomor “Anak Lelaki Dan Serigala”, “Metafora”, “Menanduk Melawan Tunduk”, “Neraka Setara Mata”, “Kata Sebagai Senjata”, “Destitusi Menuju Mati”, Siksa Kubur berhasil menyiksa telinga para crowd dengan sayatan riff-riff tajam dari Andre Tiranida (gitar).

0 komentar:

Posting Komentar