12 November 2010

Bring Me The Horizon Bakal Gempur Jakarta

Setelah terdengar kabar Deftones fix untuk tampil di Tennis Indoor, Senayan pada 8 Februari 2011, JAVA Musikindo kini mengabarkan Bring Me The Horizon (BMTH)  juga bakal menyambangi Jakarta pada 19 Februari 2011 yang juga akan mengambil tempat di Tennis Indoor, Senayan.


Namun tidak hanya itu, pada 22-23 Februari 2011 mendatang JAVA Musikindo juga akan menggelar Jakarta Jam 2011. Pada hari pertama akan menampilkan 3 band headliner yang berasal dari Amerika yaitu, Never Shout Never , We The Kings dan I See Stars. Dan pada hari kedua akan dimeriahkan oleh New Found Glory dan The Starting Line.

Tak hanya di bulan Februari 2011, Adrie Subono selaku promotor JAVA Musikindo juga masih memiliki 5 band lagi yang nantinya bakal diumumkan.

Berikut harga tiket Jakarta Jam 2011 :
PAKET 3 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 3 hari)
Tribune : @ Rp. 245.000 / hari
Festival : @ Rp. 295.000 / hari
PAKET 2 HARI:
(Harga per hari hanya berlaku untuk pembelian paket terusan 2 hari)
Tribune : @ Rp. 295.000 / hari
Festival : @ Rp. 345.000 / hari
1 HARI (harga presale)
Tribune : @ Rp. 345.000 / hari
Festival : @ Rp. 395.000 / hari

Deftones Konser di Jakarta 8 Februari 2011

Sepertinya tahun 2011 bakal menjadi tahun metal di Indonesia, setelah Original Production memastikan Iron Maiden tampil, JAVA Musikindo juga memastikan Deftones, band asal California, Amerika Serikat juga bakal menyambangi Indonesia pada 8 Februari 2011 mendatang di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.  Kepastian Deftones tampil dikabarkan lewat twitter dedengkotnya JAVA Musikindo, Adrie Subono pada Jumat (12/11).


”Deftones confirm manggung di Tennis Indoor, Senayan Jakarta 8 february...presale jual 27 november....sateeeee....baksooooo,” tulis Adrie seraya menirukan potongan pidato Presiden Obama saat di Indonesia. Setelah kabar tersebut diumumkan, twitter Adrie langsung diserbu ribuan tweet dari para penggemar Deftones.

Untuk tiket rencananya baru akan dijual pada 27 November mendatang dengan harga 200 Ribu, Adrie yakin tiketnya bakal laris diserbu para pecinta Deftones.

"Nantinya tiket harganya Rp 300 sampai 400 ribu masih okelah ya. Standarlah. Ini band gede lho. Kalau gue ngelihat dari twitter aja dari tadi nggak henti-henti dan warna musiknya emang banyak generasi yang suka. Ya mudah-mudahan baguslah," ujarnya.

Selain Deftones, Adrie juga menyebutkan masih ada lima band besar lagi yang telah tercatat untuk tampil di Indonesia di tahun mendatang.

”Masih ada 5 band lagi yang belum gue umumin, termasuk band besar buat 27 April (2011)” tulis Adrie pada akun twitter-nya.

1 November 2010

“HELL ALL WIN” PESTA REUNIAN METALHEADS

Sebuah perhelatan musik bertajuk “Hell All Win” yang digelar MOSH PIT Underground Music Dance FLoor pada Sabtu (30/10) di The Pub Cafe bilangan  Kemang Raya, Jakarta Selatan mencatat 10 band penampil pada rundown acara; Divine, 686, Lucretia, Oracle, The Edge, Dirty Edge, Meduza, Antiseptic, Akhir, Supersucks. Tepat pukul 20.15 acara dimulai, para metalheads langsung merapat memadati ruangan The Pub yang terbilang sempit. Divine yang didaulat sebagai band pembuka sekaligus untuk mengenalkan vokalis baru mereka, tampil cadas dengan sayatan gitar sadis Ucok Tampubolon dalam membawakan nomor dari Slayer “Angel of Death”. Tak lama kemudian 686 menghajar dengan nomor “Spirit in Black” (Slayer), “Motorbreath” (Metallica), “Surf Nicaragua” (Sacred Reich) dan ditutup dengan “Raining Blood” juga dari Slayer bersama Rizky Gigantor. Selanjutnya giliran Lucretia yang memprovokasi crowd untuk merapat dan ikut bernyanyi dengan hits-hits beringas dari Megadeth. “Hangar 18”, “Tornado Of Souls”  dilanjutkan dengan lagu dari Lucretia, “Queen of Sorrow”, “Revolusi”. Kemudian Nino (gitar) mengajak Andi Supersucks naik ke atas stage untuk membawakan dua nomor dari Megadeth lagi,  “She Wolf”, “Holy War” dan diakhiri dengan “Hitam” dari Lucretia. Malam itu Lucretia juga reuni dengan mantan drummer mereka, Agus.


Perfomer berikutnya adalah Oracle, band yang digawangi Troy (vokal), Wisnu (gitar), Jimmy (gitar), Bayu (bas), dan Mahendra (drum) ini tak kalah cadas dari band-band sebelumnya dengan membawakan “Nice Dreams” (Powermad), “Alice In Hell” (Annihilator), “Battery” (Metallica) dan “Over The Wall” (Testament) bareng Rizky Gigantor. Suasana sejenak mencair ketika The Edge tampil membawakan nomor-nomor dari U2, namun para crowd tetap ikut bernyanyi. Malam itu juga merupakan malam reuni untuk The Edge dengan original member mereka, seperti Ungki (vokal) yang kini menjadi vokalis Raptor, Budi (gitar), Ari (bas) dan Ade (drum).

Setelah hampir 30 menit The Edge tampil dan mencairkan suasana, kini tiba saatnya band hardcore Dirty Edge yang kembali membakar suasana The Pub Cafe dengan nomor-nomor ganas yang mereka sajikan yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan Meduza yang salah satunya dimotori oleh Ucok Alien Scream menghidangkan full covering nomor-nomor dari Kreator.

Semakin malam crowd makin banyak berdatangan memadatai ruang sesak The Pub Cafe untuk menyaksikan penampilan band-band cadas yang sudah tidak diragukan lagi. Nino (Lucretia) salah satu perwakilan dari yang punya hajat mengungkapkan, “Acara ini ibarat kata pesta reunian lagi. Akhirnya high gain musik kembali ke sini, dulu waktu namanya Prost Beer itu venue yang asik, tapi akhirnya menolak high gain, dan ini pertama kalinya lagi. Makanya rame, yang dateng juga muke-muke  jadul yang familiar. Bukan cuman jadul era prost, tapi juga jadul era 90-an”, ungkapnya sambil terbahak.

Kini tiba Antiseptic memaksimalkan high gain pada malam itu dengan  distorsi ala hardcore punk. Band yang terbentuk sejak tahun 90-an ini memang dahsyat, lewat nomor-nomor yang terdapat di album mereka,  crowd yang hadir seketika makin merapat untuk begoyang pogo dan moshing. Akhir bukan berarti pesta berakhir, band metal yang satu ini terlihat memang gahar dengan formasinya yang hanya digawangi oleh 3 orang, Cabikan Jeff sang gitaris yang variatif seakan membakar suasana malam yang makin tenggelam.
Penantian panjang akhirnya terobati, Supersucks naik ke atas stage dengan dandanan ciri khas mereka dan membius para crowd untuk kembali merapat. “Ini baru malam Halloween,” ujar Pima yang kebetulan saat itu menjadi MC.  Band yang dimotori oleh Rino ‘Jonges’ (vokal), Andi Jaka (bas), Yandri (gitar), Ande (synthesizer) dan Hafiz (drum) ini memang berbeda dengan band-band metal yang tampil sebelumnya, mereka menggunakan synthesizer dalam racikan musiknya, terdengar sangat unik. Dengan lima nomor lagu-lagu mereka,  Supersucks sekaligus menutup pesta reunian para metalheads. 

Acara perdana MOSH PIT Underground Music Dance Floor ini bisa terbilang cukup sukses, di sinilah para pemusik bawah tanah bisa meneriakkan jeritan isi hatinya. “Intinya gue bertiga (Nino, Pima dan Ucok Alien Scream)  amat sangat bersyukur ke semua yang dateng termasuk LT!E sampe 3 orang yang dateng sampe acara habis. Malah ada media dadakan yang gue gak tau dari mana, tanggal 30 itu amat sangat di luar expektasi gue bertiga,” ungkap Nino (Lucretia).

25 Oktober 2010

Happy Our Music 1st Chapter

“Happy Our Music 1st Chapter”, itulah tajuk acara yang digelar Likethis! Entertainment (LT!E) di Mario’s Place Cafe, Jakarta Pusat pada Minggu (17/10). Acara ini terbilang “sadis” aturan mainnya, yakni band yang belum hadir 30 menit sebelum acara dimulai akan dicoret. Tentu saja hal tersebut bukan untuk mengekang band indie, melainkan untuk mendisiplinkan pola waktu anak-anak band yang terbiasa molor, dan hasilnya acara berjalan lancar sesuai rundown yang ada. Tercatat 8 band yang tampil pada acara ini, yaitu Barrak 3, Mouse in the Bottle,  Satelectronic, Letterbomb, Bad Stereo, Spolenk, Bloody Panties, dan Zi Factor.

Acara dibuka oleh penampilan Barrack 3. Para generasi cilik yang berani menunjukkan kreativitas mereka lewat Kiki (vokal), Sultan (drum), Kukuh (bas), dan Reza (gitar). Walaupun masih terbilang belia, mereka mampu  bersanding dengan para pemusik senior lainnya.  “Jangan Pacaran Dulu”, “Tinggalkan Aku Mama”, dan “Jendral Sudirman”  adalah nomor-nomor yang mereka  mainkan.  Alunan distorsi gitar Reza   dengan berani menghasilkan beat-beat cadas dengan balutan karakter vokal kiki yang unik.

Selanjutnya panggung digebrak oleh penampilan  Mouse in the Bottle. Band ber-genre rock n roll ini menghajar dengan hits-hits mereka seperti “Hentakkan Musik Rock n Roll”, “Fallin Star”, dan “Rock Revolution”.  Mereka tidak pernah takut memasuki pasar musik Indonesia yang saat ini didominasi oleh Pop Melayu, mereka bahkan berencana merilis EP pada Januari 2011. “Gue gak pernah takut untuk bersaing dengan pasar musik saat ini, yang jelas kami ingin kebebasan dalam bermusik,” ujar Andru (drum).

Kemudian Satelectronic, sesuai dengan namanya mereka mengusung genre electronic rap. Namun sayang mereka tidak tampil maksimal karena laptop yang mereka gunakan sebagai media pada saat itu rusak, pada akhirnya mereka tampil lipsink. Selanjutnya Letterbomb yang mengingatkan kita pada Sex Pistols menggaungkan punk en roll era 70an. Band yang dimotori Def (vokal), Adhim (gitar), Irdham (bas), dan Loex (drum) ini baru saja menyelesaikan proyek mini albumnya, dan kali ini mereka membawakan nomor-nomor yang tak terdengar asing lagi, “Punk n Roll Star”, “Pretty Vacant” dan “God Save the Queen”  dari Sex Pistols,  yang lagi-lagi disajikan Def bareng Abur Rocker.

Bad Stereo seakan tak mau kalah dengan band-band sebelumnya, hentakkan rock n’ roll kembali bergema ketika mereka membawakan lagu-lagu yang diambil dari mini album mereka, “Rock n Roll All Night”, “Lonely Bitch”, dan “Theater of Rock n’ roll” menjadi hidangan bagi crowd yang datang.

Selanjutnya, siapa yang tak kenal dengan band heavy metal kawakan yang satu ini, Spolenk. Kali ini mereka tampil mengejutkan, Dhanny Kakang (vokalis Joni Kemon) yang awalnya berniat menonton acara tiba-tiba diajak naik ke atas stage untuk menggantikan vokalis Spolenk yang kali itu berhalangan hadir. Dengan gaya khasnya, Dhanny Kakang dan Spolenk membawakan hits-hits dari Spolenk seperti “Tegar”, “Sesaat” dan “Nol”.

Semakin sore suasana semakin beringas. Setelah dihajar 6 band crowd semakin memenuhi area Mario’s Place. Kali ini giliran Bloody Panties yang memburai isi telinga pengujung dengan suara nge-growl Jessica (vokal) dan Ardian (vokal). Penonton seakan terhipnotis dengan distorsi berat ala metalcore yang mengasilkan nomor-nomor “Sadness of My Broken Toys”, “Ignore Your Pregant” dan “Dogs Can Beard” dari The Devil Wears Prada.

Tak lama Zi Factor pun mendapat giliran. Band ber-genre modern metal yang digawangi Ezra (gitar), Eddy (gitar), Oleg (bas), Bopaq (vokal), Tyo (vokal) dan Adanz (drum) ini tampil nyaris sempurna kala didaulat menjadi penutup pesta di akhir pekan itu. Mereka tampil membawakan hits-hits dari album mereka seperti, “Bangsat”, “Kill Paradigm”, “Eclips”, “74 : 30”, dan “Cancer”.

11 Oktober 2010

Sore Kehilangan Vokalis

Ade Firza Paloh, vokalis band Sore mengumumkan via akun Twitter-nya bahwa dirinya tak lagi bergabung dengan band yang terkenal dengan single “Setengah Lima” itu,  Minggu (10/10). Hal tersebut  sontak membuat kaget para personel lainnya.


"Untuk semua saya berterima kasih atas ucapan support dan doanya, it's been a blessing and a glorious thing to have made it into your lives as a sore these many years, yet I have to move on now, it has to be done, so please forgive me once again for doing this, I'm sure we're going to suffice just fine in this great live of ours, as a sore I say to you all Adios companeros, you all live inside of me for always, thank you." Ujar Ade di akun Twitter-nya.

Sore baru saja merilis mini album yang bertajuk “Sombreros Kidos”  pada bulan April lalu dan kini mereka sedang menggarap album barunya. Namun Ade berjanji akan menyelesaikan proses album barunya tersebut.
Entah apa alasan Ade  hingga ia harus meninggalkan band yang didirikannya sejak akhir 2001 itu. Pada akun Twitter-nya Ade juga menyatakan "Iyah..gue keluar, tapi album tetep jalan, Insya Allah kita kelarin..I got my own reason..please forgive me..,"

Ade Firza Paloh merupakan salah pendiri Sore dari tiga teman masa kecilnya yakni Mondo Gascaro (kibor) & Awan Garnida (bas) selanjutnya mereka menambah personel Bembi (drum) dan Reza (gitar). Kita lihat saja perkembangan Sore selanjutnya tanpa sang vokalis. Good Luck Guys....! (*)